Pasangan Belum punya Anak, Salah Siapa?

31

Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – MEMILIKI buah hati idaman bagi pasangan yang sudah menikah. Namun, masalahnya ketika kelahiran si-kecil tak kunjung datang. Pihak istri-lah yang kerap disalahkan, karena dianggap bermasalah. Sehingga, pemeriksaan yang dilakukan pun lebih dititikberatkan pada pihak perempuan. Sedang suami terkadang enggan melakukan pemeriksaan.

Terkait kondisi ini, dr Andriyani H, MMRS, Diploma Cibtac, Direktur Marketing Klinik Amour mengatakan, definisi pasangan infertil adalah pasangan suami istri yang sudah menikah minimal satu tahun, melakukan aktivitas seksual secara teratur dan tidak menggunakan kontrasepsi. Tetapi tidak terjadi kehamilan.

Kapan sebenarnya pasangan infertil perlu memeriksakan diri?

Menurut istri Direktur RSUD Blambangan H. Taufik Hidayat, ini untuk pasangan muda minimal satu tahun setelah menikah. Atau, pasangan dengan usia istri melebihi 30 tahun, maka minimal 6 bulan setelah menikah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan infertil adalah, pasutri (pasangan suami istri) perlu memeriksakan diri keduanya. Pasutri perlu saling mendukung, membina kesabaran dan saling pengertian. Sebab, keberhasilannya biasanya membutuhkan waktu relatif lama. Yakni, beberapa bulan sampai tahun dan senantiasa berdoa .

“Penyebab kasus infertil, bisa disebabkan pihak suami, bisa juga pihak istri atau bisa juga kedua-duanya,” ungkap dr Andriyani, belum lama ini.

Adapun penyebab terjadinya infertil pada pria ini lanjut, dr Andriyani, adalah karena produksi sperma tidak normal, hambatan pada saluran sperma, disfungsi sexual, penyakit sistemik, bahan toxic dan lainnya.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan meliputi pemeriksaan analisa sperma dan pemeriksaan penunjang. Seperti, pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon tertentu (Testosteron, Folicle Stimulating Hormon : FSH). Serta, bila perlu pemeriksaan kromosom.

Sedang penyebab infertil pada wanita antara lain, gangguan ovulasi, hambatan pada saluran indung telur, kondisi ovarium, gangguan lendir serviks, endometriosis dan lainnya.

“Jika anda termasuk pasangan infertil maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan analisa sperma pada suami. Karena pemeriksaan ini tak butuh waktu lama. Beaya terjangkau dan tidak menyakitkan,” jelasnya. Jika analisa sperma dinyatakan normal, baru dilakukan pemeriksaan pada istri. (tin)