Dari kiri-kanan, Gerald Sebastian Davis - Koordinator Pusat M. Abdurrahman Rasyid Ash-Shiddiq - Ketua Pelaksana Alfira Nailatul Izzah - Ketua Divisi Acara Ihsan Fahmi Rofananda - Ketua Divisi Soal. (Foto/amel)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jangan kawatir bagi siswa SMA/sederajat yang pernah mengikuti olimpiade. Sebab, banyak alumni peserta olimpiade International Medical Science and Application Competition/lomba sains dan medis tingkat internasional/Medspin yang kuliah di Fakultas Kedokteran/FK Universitas Airlangga/Unair.

‘’Memang tak ada jaminan peserta Medspin, secara otomatis diterima di FK Unair. Kayak saya juga alumni peserta Medspin, dan saat ini kuliah di FK Unair,’’ kata Ketua Panitia Medspin 2018, M Abdurrahman Rasyid Ash-Shiddiq, kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Jum’at (19/10) kemarin.

Gerald Sebastian Davis, menjelaskan beberapa wilayah dari Sabang sampai Merauke yang dijadikan tempat penyisihan olimpiade Medspin. (Foto/ist)

Menurut dia, Medspin merupakan olimpiade sains dan kedokteran yang terbesar sekaligus pertama di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun.

‘’Saya berharap tahun ini dapat mempertahankan angka 5000 peserta atau lebih,’’ tambah Rasyid, panggilan akrabnya. Olimpiade Medspin 2018, kali ini mengusung thema “Nutritional and Metabolic Disease”. Olimpiade Medspin yang mulai digelar pada 2001 ini, memiliki perbedaan cara menyajikan materi olimpiade.

Pada olimpiade Medspin 2018 ini, menurut dia, menampilkan jenis kompetisi yang lebih bervariasi. Tak hanya olimpiade, melainkan juga terdapat 2 jenis lomba varian yaitu public poster dan cover jingle Medspin 2018. Lomba inovasi terbaru kami adalah public poster. Sedangkan jingle sudah pernah diadakan 2 tahun sebelumnya dan ingin dikembangkan lagi pada tahun ini.

Pendaftaran peserta, kata dia, dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu online dan offline. Pendaftaran secara online sangat mudah dilakukan yaitu dengan cara membuka website medspin kemudian membuat akun dan melakukan pembayaran via transfer. Selain itu, tahun ini kita memiliki sistem pendaftaran yang baru untuk sistem offline.

Menariknya, kata dia, jenis perlombaan olimpiade biasanya diperuntukkan untuk anak SMA jurusan IPA. Dua jenis perlombaan lainnya dapat diikuti juga oleh anak SMA jurusan IPS dan IBB. Pelaksanaan olimpiade Medspin 2018 terdiri atas 6 babak, yaitu babak penyisihan, quarter final, semi final, tambahan, final, dan grand final. Babak penyisihan dilaksanakan 4 November secara offline di 28 kota di Indonesia dan secara online di 34 provinsi di seluruh Indonesia serta di negara-negara Asean.

Dari rangkaian olimpiade, menurut dia, sebanyak 150 tim yang lolos dari babak penyisihan akan diundang ke Surabaya untuk mengikuti babak quarter final. Pada babak semi final dan final, level meningkat dengan adanya case study, praktikum medik dan anamnesis. Peserta yang tak lolos pun juga dapat mengikuti kegiatan muter-muter Suroboyo yang bertujuan mengenalkan Surabaya kepada peserta, khususnya yang berdomisili luar Surabaya.

Uniknya, kata dia, tipe ujian dan kisi-kisi beserta buku-buku yang dapat dijadikan referensi dari setiap babak telah disebutkan secara lengkap pada website Medspin FK Unair ini. Tak hanya itu, cover jingle merupakan salah satu kategori lomba yang menarik olimpiade ini. Dengan menggunakan media sosial youtube, para peserta dapat mengunggah hasil aransemennya sekaligus memperkenalkan tim ke khalayak luas. Penilaian diambil dari seberapa kreatif hasil cover dan banyak nya like di channel youtube peserta.

Keuntungan mengikuti Medspin, kata Rasyid, tak hanya sebatas mendapat sertifikat bertaraf internasional. Tetapi juga pelatihan keterampilan medis. Peserta juga akan diberikan materi tentang general emergency lifesaving yang mencakup materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dalam sesi school of medical hero.

Peserta juga dapat mengenal lebih dalam mengenai dunia kedokteran dengan mengikuti Tour de Campus FK UNAIR dan belajar anatomi dasar dalam sesi “ Explore Anatomy “. Tak hanya itu, guru yang mendampingi muridnya juga dapat mengikuti seminar dengan materi “ Nutritional and Metabolic Diseases : Bahaya dan Pencegahan Kehidupan Sehari-hari “. (amel/retha)