Produk Samiler Jarak Dolly. (Foto/fara)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dolly, dahulu dikenal sebagai kawasan prostitusi terbesar se-Asia Tenggara. Dampak penutupan Dolly pada 2014 silam oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, memberikan dampak cukup banyak bagi perekonomian warga Dolly. Mengingat aktivitas kawasan lokalisasi diketahui memiliki perputaran nilai uang yang besar per harinya.

Salah satu efek yang paling dirasakan bagi warga Dolly adalah terpuruknya pendapatan warga. Lahirnya Samijali, dilatar belakangi dengan kebangkitan warga Dolly dapat bangkit dari sisi pendapatan ekonomi. Dengan bermodalkan Rp 250.000, Samijali, memulai produksi pertamanya.

Warga gang Samijali bersama Gus Ipul. (Foto/fara)

“Samijali, ini diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan yang alami. Banyak varian rasanya. Ada rasa keju, balado, original, dan lain sebagainya,” kata Bu Andre, warga Gang Samijali kepada bisnissurabaya.com Kamis (18/10) Siang.

Masing-masing rasa mempunyai segementasi pasarnya sendiri-sendiri. Orang tua lebih suka rasa originial, perempuan menyukai rasa keju dan mayoritas untuk remaja senang dengan rasa balado dan sapi panggang. Balado dan sapi panggang memang best seller produk samijali. Harga yang dipatok pun murah, yakni Rp15.000. Dan dapat ditemui di DS (Dolly Saiki) Point dan Sentra UKM Merr. (fara)