Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Siapa tak kenal lontong? Makanan berbahan baku beras yang dibalut daun pisang. Di Surabaya, lontong identik dengan sebuah kampung di Kelurahan Kupang Krajan. Tepatnya di Jalan Banyu Urip X, Surabaya. Sebutan itu muncul pada 1980-an. Sebelumnya, pembuat lontong hanya beberapa orang saja.

Lalu, bermunculan dari rumah ke rumah memproduksi lontong yang rata-rata melibatkan para ibu rumah tangga. Kampung lontong ini menjadi salah satu kampung Usaha Kecil Menengah/UKM terbesar di Surabaya karena hampir 100 warganya menjadi pengusaha lontong.

Darmi, pengrajin lontong. (Foto/fara)

Dalam sehari, setiap pengrajin mampu menghasilkan ribuan lontong. “Kalau saya sendiri, setiap harinya dapat menghasilkan 1.190 lontong,” kata Darmi, pengrajin lontong kepada bisnissurabaya.com Kamis (18/10) siang.

Usai produksi, lontong-lontong buatan warga Banyu Urip Lor ini kemudian didistribusikan ke berbagai pasar yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Mulai dari Pasar Jarak, Simo, Tembok, Keputran, dan masih banyak lagi. Selain memasok di pasar wilayah Surabaya, produk mereka juga sampai ke Pasar Larangan Sidoarjo dan Balongpanggang Gresik. (fara)