Sumini : Jajakan Semanggi Instan

65

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kuliner khas Surabaya banyak ditemukan. Misalnya, semanggi yang mirip pecel. Makanan ini menyajikan sayuran daun semanggi, tauge rebus yang disiram dengan bumbu dan krupuk puli diatasnya. Meski demikian, semanggi sangat digemari penikmat kuliner. Penjual semanggi gendong juga masih banyak yang berkeliling dari kampung ke kampung di Surabaya.

Bentuk daun semanggi yang khas menyerupai payung yang disusun dari empat anak daun yang saling berhadapan satu sama lain. Apalagi, semanggi memiliki khasiat. Diantaranya, mencegah osteoporosis, penyembuhan bagi penderita sakit pengecilan hati, mengobati infeksi saluran kencing, dan mengobati batuk dan sesak nafas.

Sumini dalam suatu pameran. (Foto/retha)

Kampung semanggi adalah salah satu kampung yang aktif berjualan semanggi. Baik gendong maupun instan. Kampung ini berdiri mulai 2016. Penjual di kampung semanggi sekitar 20 orang. Dulu di kampung ini yang berjualan sudah tua-tua. Tetapi, sekarang digantikan anak muda. Kampung ini berlokasi di Bringin Sambikerep, Surabaya.

Sumini, salah satu pendatang di kampung ini juga ikut berjualan semanggi. Wanita 46 tahun ini dulunya berjualan semanggi gendong lalu berkeliling dari kampung ke kampung. Setelah, usahanya berjalan lancar dan semakin maju, ibu dari tiga orang anak ini mulai mencoba berjualan produk semanggi yang dirubah dalam beberapa kemasan.

Ada rempeyek semanggi, semanggi siap saji, dan cookies semanggi. ”Dalam sehari bisa memproduksi 70 hingga 80 pack,” kata ibu kelahiran Lamongan kepada bisnissurabaya.com sambil menjelaskan modal awal saat berjualan semanggi ini hanya Rp 100.000. Usahanya ini juga dapat dipesan melalui online.

Wanita kelahiran 1973 ini juga memiliki beberapa outlet di Bandara Juanda, Surabaya Patata dan banyak lagi. Yang menggembirakan, dalam satu bulan dia bisa mendapatkan omset sekitar Rp 30 Juta. Wanita berhijab ini juga pernah mendapat penghargaan dari Ibu Walikota Surabaya dalam Pemenang Pahlawan Ekonomi 2016. (retha)