Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 343 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menyandang gelar Sarjana, Sabtu (13/10) siang. Mereka diambil sumpah Sarjana lewat upacara Wisuda Sarjana ke 35 periode I tahun akademik 2018/2019. Para wisudawan ini berasal dari 11 program studi dengan akreditasi B.

Ada yang beda dalam wisuda kali ini. Disela kegiatan, diiringi doa mendalam untuk musibah gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). “ Kami sangat merasakan trauma psikologis masyarakat Palu akibat musibah tsunami dan gempa . Karena itu, kami mengajak seluruh wisudawan ikut memberikan doa agar saudara kita di Palu diberikan ketabahan,” kata Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subaharianto.

Menurut dia, pihaknya hanya bisa diberikan untuk membantu para korban gempa dan tsunami di Palu. “ Harapannya, dengan musibah ini, menjadi pelajaran kita untuk meningkatan persatuan dan gotong royong,” imbuhnya.

Selain doa untuk Palu, Andang meminta para wisudawan bisa mengamalkan ilmu masing-masing. Apalagi, kata dia, banyak tantangan dalam dunia teknologi. Pihaknya mencontohkan mal yang sepi akibat pasar online. Termasuk, dunia perbankan yang menggunakan sistem online. “ Ini akan berdampak radikal secara sosial, budaya, ekonomi bahkan politik. Karena itu, wisudawan bisa memanfaatkan ilmunya ketika berbaur dengan masyarakat,” tegasnya.

Tahun ini, lanjut Andang, para wisudawan menunjukkan prestasi membanggakan. Banyak yang indek prestasi komulatif (IPK) mendekati angka 4.0. Bahkan, dua mahasiswi tercatat meraih IPK 4,0. “ Ini prestasi membanggakan. Bukti jika mahasiswa makin rajin belajar,” ujarnya. Namun, tantangannya, mahasiswa dengan IPK 4,0, harus benar-benar bisa memberikan manfaat ke masyarakat. Sehingga, tak hanya menjadi prestasi di atas kertas. Turut hadir dalam wisuda ini, jajaran pengurus Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) 17 Agustus 1945 Banyuwangi. (udi)