Ruliono. (Foto/udi)

Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Formasi tiga pimpinan DPRD Banyuwangi berubah. Ismoko yang empat tahun menjadi Wakil Ketua DPRD harus merelakan jabatan. Kursi empuk itu diserahkan ke Ruliono, sesama politisi Golkar. Pergantian pimpinan wakil rakyat Kota Gandrung ini menyusul turunnya SK Gubernur Jatim.

Selain pergantian pimpinan DPRD, dua anggota DPRD Banyuwangi juga harus menanggalkan jabatannya. Mundur setelah pindah partai untuk maju lagi dalam pemilu legeslatif (pileg) 2019. “ Pelantikan pergantian antar waktu (PAW) tinggal dijadwalkan. Jadi, pergantian pimpinan DPRD dan dua anggota DPRD,” kata Ketua DPR Banyuwangi Made Cahyana Negara, belum lama ini.

Menurut Made, dua anggota DPRD baru yang akan dilantik masing-masing, Julies Setyo Puji Rahayu (Demokrat) dan Tarmidi (Hanura). Keduanya menggantikan Sri Utami Faktuningsih (Demokrat) dan Ahmad Masrohan (Hanura). Keduanya loncat pagar ke Hanura dan PDIP saat mendaftar sebagai caleg. Sehingga, wajib mundur. Keduanya, kata Made, sudah tidak aktif sejak akhir Juli lalu. Hak-hak sebagai anggota DPRD juga sudah tidak diberikan sejak mengundurkan diri secara tertulis. “ Dalam UU hak dan kewenangannya harus gugur sejak mengundurkan diri,” tegas politisi PDIP tersebut.

Terkait pimpinan DPRD yang baru dan dua anggota baru yang dilantik, Made berharap bisa segera menyesuaikan dengan ritme kerja yang sudah ada. Sehingga, di sisa masa kerja yang tinggal beberapa bulan ini, para anggota baru tersebut bisa bekerja maksimal. “ Begitu dilantik, langsung kerja dan menyesuaikan irama kerja yang sudah ada,” tegas Made.

Pergantian satu pimpinan DPRD ini otomatis akan merombak susunan alat kelengkapan DPRD Banyuwangi. Sebelumnya, Ruliono yang juga Ketua DPD Golkar Banyuwangi ini menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Banyuwangi. Otomatis, jabatan tersebut harus ditinggalkan. (udi)