Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Menjelang puncak pertemuan World Bank –IMF, obyek wisata Taman Nasional Alas Purwo dan Kawah Ijen mulai mendapat pengamanan ketat. Bahkan, jajaran Kodam V/Brawijaya, Jatim menyiagakan personel khusus di dua obyek wisata andalan Kabupaten Banyuwangi ini. Rencananya, sejumlah delegasi asing akan menyeberang dari Bali dan mengunjungi dua lokasi tersebut.

“ Kami sudah mengecek kondisi Alas Purwo dan Kawah Ijen. Infrastruktur sudah bagus. Kami juga tempatkan personel pengamanan dari TNI/Polri di dua lokasi wisata tersebut,” kata Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman disela meninjau pengamanan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (10/10) lalu. Kunjungan kali ini bersama dengan Kapolda Jatim Irjen Luky Hermawan.

Menurut Pangdam, Alas Purwo dan Ijen akan menjadi tempat kunjungan delegasi asing pasca-pertemuan di Bali. Jenderal bintang dua ini menambahkan, infrastruktur ke Alas Purwo dan Ijen sudah layak. Karena itu, pihaknya hanya tinggal mengamankan lokasi. Mulai, sepanjang jalur menuju dua obyek wisata itu hingga ke lokasi. “ Pengamanan sudah kita lakukan hingga nanti delegasi datang,” tegasnya.

Terkait kebakaran hutan di lereng Ijen, kata Pangdam, pihaknya bersama tim terkait sudah berhasil memadamkannya. “ Kebakaran sudah tidak ada. Bahkan, wisatawan ke Ijen juga masih banyak,” jelasnya. Rencananya, lanjut Pangdam, para delegasi akan berkunjung ke Banyuwangi setelah pertemuan selesai.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Luky Hermawan menambahkan seluruh pengamanan dari gabungan TNI/Polri sudah siap mengamankan delegasi asing yang akan ke Banyuwangi. Bahkan, lanjut dia, jajaran ASDP bersama TNI/Polri terus memperketat arus keluar masuk orang dan kendaraan. “ Pemeriksaan di Ketapang melalui prosedur yang ketat,” jelasnya. Menurutnya, wilayah Jatim, khususnya Banyuwangi, menjadi kawasan penyangga selama pertemuan World Bank-IMF di Bali. Khusus di Ketapang, personel gabungan terus disiagakan berlapis. “ Kami sudah cek semuanya, termasuk KRI Nala yang siaga di perairan Selat Bali,” pungkas Kapolda. (udi)