Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Berita hoax atau kabar bohong menjadi momok menakutkan di negeri ini. Terutama, menjelang pemilu. Hoax juga sangat rawan di kalangan pemuda. Sebab, bisa memecah persatuan. Menangkal berita hoax, seniman papan atas Sujiwo Tejo mengajak pemuda di Banyuwangi jeli memilih berita. Khususnya, di media sosial (medsos).

Ajakan ini dituangkan dalam pagelaran seni Deklarasi Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Rabu (10/10) malam. Kegiatan ini hasil kerjasama Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Menurut Sujiwo Tejo, hoax menjadi racun dalam kehidupan berbangsa. Karena itu, kalangan pemuda harus teliti memilih berita. “ Yang terpenting, jangan pernah salah memilih pemimpin. Pilihlah pemimpin yang melestarikan dan mengerti sejarah masa lalu,” kata Sujiwo Tejo. Menurutnya, pemilu berkualitas berarti berjalan damai, bersih, dan bermartabat. Tidak menggunakan politik uang, menyebarkan fitnah, berita bohong, dan menggunakan isu SARA.

Mantan Ketua Dewan Pers yang juga mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan menegaskan media tidak cukup sebagai penyampai informasi. “Media harus berfungsi sebagai pemberi pencerahan, memberikan pendidikan pada masyarakat. Media harus turut aktif menciptakan masyarakat yang cerdas, arif dan bijaksana,” ujarnya. Acara deklarasi ini dipandu  sutradara nasional Garin Nugroho. Makin meriah dengan dongeng kebangsaan yang dibawakan Sujiwo Tejo. Lewat syair-syair menggelitik.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap masyarakat harus mewaspadai berita hoaks yang banyak beredar menjelang Pemilu di 2019. Menurutnya, pembaca harus bijka menyikapi sebuah berita dan memastikan validitas berita sebelum ikut membagikannya. “Dari Banyuwangi kita mulai aksi melawan hoaks. Pada pemilu besok, pilihlah pemimpin yang mampu mensejahterakan rakyat,” pungkas Anas.  (udi)