Ini dia Gereja Tertua yang Ada di Surabaya

    3902

    Surabaya, (bisnissurabaya.com)

    ‘Masihkah kau ingat

    Waktu di desa

    Bercanda bersama di samping gereja

    Kala itu kita masih remaja

    Yang polos hatinya bercerita’

    Sepenggal bait lagu legendaris dari Panbers yang berjudul Gereja Tua, seolah menggambarkan keberadaan Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Memang, Gereja Katolik Santa Perawan Maria, termasuk salah satu gereja tua yang ada di Surabaya ini bukan gambaran sepasang remaja yang sedang memadu kasih seperti bait lagu yang dinyanyikan Beny Pandjaitan, vokalis Panbers tersebut. Tetapi, gereja ini merupakan gereja tua di Surabaya yang berdiri pada tahun 1815.

    Tempat ibadah ini dikenal sebagai Gereja Katolik Kepanjen, karena terletak di Jalan Kepanjen, Surabaya. Banyak keunikan yang menjadi ciri khas Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Meski beberapa kali mengalami renovasi, namun arsitektur aslinya tak ada perubahan. Pondasinya terbuat dari 799 tiang kayu galam dari kalimantan dengan kedalaman 15 meter.

    Jemaat saat berada di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. (Foto/fara)

    Di depan terdapat pintu utama yang diapit patung Santo Petrus dan Paulus. Dua pintu lain terdapat di kanan kirinya. Kaca jendela mozaik warna-warni menggambarkan perjalanan Kristus dan murid-Nya yang memberi kesan megah dan religius. Menara kembar yang menjulang setinggi 15 meter menambah kegagahannya. Atapnya membentuk kubah disertai pilar-pilar tinggi hingga 12 meter. Jika dilihat dari atas, bangunan tersebut berbentuk salib.

    Gereja Kepanjen ini mampu menampung hingga 3.000 jemaat. Onze Lieve Vrouw Geeborte adalah nama Belanda gereja ini. Selain menjadi gereja tertua di Surabaya, sekaligus menjadi saksi bisu aksi-aksi heroik arek-arek Suroboyo pada pertempuran 1945. Kemegahan gereja pernah hancur terbakar. Kemudian pada 1950 gereja ini direnovasi besar-besaran serta merubah nama gereja menjadi Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria.

    Saat memasuki bagian dalam gereja, langit-langitnya tinggi bertulang kayu yang melengkung indah. Bangku-bangku panjang terbuat dari kayu yang kokoh, lengkap dengan tatakan kaki untuk tempat berlutut saat berdoa. Gua Maria dibuat agak dibagian belakang gereja, dihiasi dengan kolam ikan dengan air yang gemericik menambah suasana khusyuk saat berdoa.

    Disisi lain, terdapat sebuah ruangan temoat menyimpan cawan-cawan dan tempat lilin dari kuningan, jubah-jubah pastor, kitab injil, dan beberapa barang lain. “Barang-barang inilah yang terselamatkan saat gereja ini terbakar,” kata security Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria kepada bisnissurabaya.com  Senin (8/10) kemarin. (retha)