Ngawi, (bisnissurabaya.com) – Bidang Perindustrian Dinas Perindagtaker (Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja) Kabupaten Ngawi  gelar program kegiatan pelatihan. Yaitu pelatihan kerajinan tas  di Desa Kartoharjo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.

Kepala Dinas Perindagtaker Ngawi Ir. Yusuf Rosadi, M.Si mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai pimpinan dinas pihaknya melimpahkan tugas program ke bidang Perindustrian. Dan Kepala Bidang Perindustrian Sriwiyanti, AP,M.Si bertekad melaksanakan amanat ini dengan sebaik-baiknya.

Pelatihan yang bersumber dari dana anggaran cukai (DBHCHT) berlangsung 3 hari, mulai 27 – 29 Agustus 2018 lalu. Dalam pelatihan ini  terus dilakukan terobosan secara kompetitif melalui pembinaan dan pelatihan ketrampilan kerja bagi masyarakat.

Hal ini guna mepersiapkan sekaligus menciptakan tenaga kerja sesuai bidangnya dan berdaya saing. Guna menghadapi pasar bebas saat ini. Pelatihan bisa didapat masyarakat produktif dengan cuma-cuma tanpa mengeluarkan dana pribadi.

Pemerintah daerah dalam memberikan pelatihan masyarakat juga hasil pertimbangan sumber daya yang potensi di desa itu sendiri. Desa Kartoharjo sebagai sasaran pengembangan SDM terkait menciptakan wira usaha dari Perindustrian. Yang merupakan   usulan dari  desa,  Musrenbanbangdes sampai ke tingkat kabupaten.

Lebih lanjut Sriwiyanti menjelaskan hasil tampungan permintaan masyarakat desa yang dituangkan dalam proposal melalui kepala desa, pengajuan pelatihan ke daerah, dimana ada niat dan sungguhan untuk membekali diri suatu ketrampilan dalam wirausaha, yang terkendala biaya pelatihan juga instruktur, pemerintah mengambil peran disini.

Menurut keterangan histori di Desa Kartoharjo sebelumnya ada kerajinan kendi, tapi punah. Sekarang dicoba kembali munculkan produk unggulan berupa kerajinan tas dari limbah kertas semen dan bross dari bahan pita, yang lagi ngetren  di pasaran.

Kelebihan dari pelatihan kerajinan yang diadakan oleh Bidang Perindustrian kali ini, pengajarannya secara global. Hal ini, untuk mendapatkan berbagai pertanyaan terkait skill yang biasa terjadi di lapangan. Dengan instruktur profesionl dan memahami pasaran, diharap peserta mendapat pengetahuan atau teori secara langsung pada praktek.

Menurut Kabid Perindustrian ini  misi dari dana DBHCHT  salah satunya  untuk Program Pembinaan Industri (Program pembinaan lingkungan sosial bidang ketenagakerjaan sub bidang pengembangan industri kecil dan menengah). Untuk melaksanakan program pembinaan lingkungan sosial bidang pelatihan dan penguatan ketenagakerjaan. “Yaitu, dengan tujuan untuk pembinaan kemampuan dan ketrampilan  bagi tenaga kerja dan masyarakat, penguatan sarana dan prasarana kelembagaan pemerintah,” ungkapnya. Dua jenis pelatihan diikuti oleh 50 peserta. (eko)