Unicef : Korban Anak Bencana Palu, Butuh Perlindungan dan Kesejahteraan

48

Jakarta, (bisnissyrabaya.com) – UNICEF dan tim pekerja sosial dari Kementerian Sosial telah mulai mengidentifikasi anak-anak yang terpisah dan anak-anak tanpa pendamping.

Tidak ada angka resmi, tapi laporan-laporan awal mengindikasikan tingginya jumlah anak-anak yang terpisah. Dua belas posko telah didirikan di wilayah-wilayah yang terdampak untuk mengidentifikasi anak-anak yang kemungkinan terpisah dari keluarga mereka atau tidak didampingi oleh orang tua. Lokasi-lokasi ini juga digunakan sebagai ruang aman untuk anak-anak bermain.

Tentang identifikasi dan rujukan tentang anak-anak yang terpisah dan tanpa pendamping telah disirkulasikan melalui media digital dan papan-papan pengumuman di lokasi-lokasi pengungsian sedang dilakukan. “Sejak gempa dan tsunami terjadi di Sulawesi, UNICEF telah memobilisasi sumber daya untuk mendukung respon darurat Pemerintah,” kata Amanda Bissex, Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia.

UNICEF membantu Kementerian Sosial untuk mengimplementasikan basis data Primero, satu-satunya sistem yang tersedia di Indonesia untuk membantu pelacakan dan reunifikasi keluarga. UNICEF telah mengembangkan Primero melalui koordinasi dengan Pemerintah sebelum gempa bumi ini terjadi.

“Di hari-hari mendatang, kami juga akan mendirikan ruang-ruang ramah anak, ruang kelas temporer dan membagikan perlengkapan rekreasional untuk membantu anak-anak mengatasi dampak bencana.” imbuhnya.

Menurutnya ketika kedaruratan terjadi, anak-anak membutuhkan perlindungan khusus untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan mereka. UNICEF dan Kementerian Sosial mempersiapkan pekerja sosial untuk menangani kasus kekerasan, pelecehan atau eksploitasi yang mungkin terjadi. “Untuk membantu anak-anak menghadapi bencana, UNICEF dan para mitra juga akan memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak yang terkena dampak bencana,” jelas ia (ton)