Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya respon cepat adanya informasi 100 orang warga yang selamat dari bencana alam gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, yang berencana mengungsi ke Surabaya.

Sekitar pukul 18.30 WIB, mereka tiba di Asrama Transito Jl. Margorejo No.74 Surabaya, Jum’at, (05/10) Korban yang selamat tersebut, kemudian dilakukan pendataan untuk dibantu mencarikan alamat tinggal keluarga di Surabaya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Eny Zuliati mengatakan sebelumnya pihaknya menerima informasi dari Dinsos Provinsi Jawa Timur (Jatim) adanya 100 orang korban bencana alam dari Palu yang datang ke Surabaya. Dari 100 orang tersebut, kemudian ditempatkan di Asrama Transito untuk dilakukan pendataan.

“Dari hasil pendataan itu, diketahui bahwa 14 orang itu, ada yang merupakan warga kelahiran Surabaya namun sudah berKTP Palu. Selain itu, mereka semua juga masih mempunyai saudara yang tinggal di Surabaya,” ujar Eny sapaan-akrabnya, Sabtu, (06/10).

Kendati demikian, pihaknya langsung respon cepat melakukan identifikasi alamat tinggal saudaranya di Surabaya. Dari 14 orang itu, lima orang diantaranya langsung dijemput oleh pihak keluarga. Sedangkan, sembilan orang dengan tiga Kartu Keluarga (KK), kemudian dievakuasi ke Liponsos Keputih Surabaya, sembari dibantu mencarikan alamat tinggal keluarga.

“Jadi malam itu juga sekitar pukul 21.00 WIB, kami bantu untuk mencarikan alamat tinggal saudara mereka di Surabaya,” imbuh.

Eny mengungkapkan dari 14 orang tersebut, diketahui masing-masing mempunyai saudara yang tinggal di Surabaya. Yakni di daerah Kecamatan Wonokromo, Gunung Anyar, Sawahan dan Tandes. Pihaknya mengaku langsung mengantarkan mereka ke rumah keluarga masing-masing.

“Sementara untuk warga yang tempat tinggal saudaranya luar Surabaya, ditangani oleh pihak Dinsos Provinsi Jatim, untuk dibantu mencari alamat tinggal keluarga mereka,” tandasnya.(ton)