Ngawi, (bisnissurabaya.com) – Ngawi Batik Fashion 2018 yang digelar di Benteng Van Den Bosch oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, menyuguhkan penampilan menarik. Yaitu  beberapa bintang tamu seperti Putri Indonesia 2017 dan Putra Putri Batik 2018, juga 109  peserta batik fashion dari kategori A, B, C dan D.

Acara yang digelar Disparpora   yang  berlangsung hingga Sabtu (8/9) ini diharapkan mampu semakin menumbuhkan ekonomi kreatif khususnya batik di Kabupaten Ngawi. Dalam acara ini dihadiri tamu spesial Puteri Indonesia 2017 Bunga Jelita Ibrani serta Duta Batik Nasional.

Mahmud Rosadi (Plt) Kadisparpora Ngawi saat membuka acara Batik Fashion mengatakan acara fashion show yang dilaksanakan tahun 2018, untuk terus memotivasi para pembatik khususnya untuk pengembangan dan  mampu bersaing dipasaran.  Mengingat  batik sangat bisa mendongkrak perkembangan ekonomi daerah.

Ngawi Batik Fashion ini diramaikan oleh para desainer seperti, Obib Nahrawi dengan Batik Widi Nugraha, Isyanto dengan Batik Sidomulyo, Dandy T. Hidayat dengan Batik Seyvana, Ayok Dwi Pancara dengan Batik Murakapi, Amin Hendra Wijaya dengan batik Widi Nugrahanya, Priyo dengan Batik Pringgodaninya, Supiyah dengan Batik Langgeng Lestari, Rhiana Putri dengan Batik Enjang Pelangi, Rudi dengan Batik Lumintu, Solekhan dengan Batik Alfando, dan Morry Van Dayu dengan Batik Joglo Timur.

Sebelas  Desainer termasuk Obib Nahrawi turut ramaikan Malam Puncak Ngawi Batik Fashion 2018. Obib Nahrawi, istri dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi menyempatkan diri untuk memberikan suguhan spesial dengan rancangan yang diperagakan oleh model Internasional. Obib dengan berbagai kesibukannya bisa meluangkan waktu untuk mendesain 15 baju dalam waktu satu bulan.

Mahmud Rosadi menambahkan Ngawi Batik Fashion semakin menumbuhkan Industri Ekonomi Kreatif, serta   mampu meningkatkan kesejahteraan para pembatik. Juga  tentunya minat masyarakat Ngawi agar bangga mengenakan produk unggulan batik khas Ngawi semakin meningkat.

Bupati Ngawi Ir.Budi Sulistyono bertekad  untuk para pembatik akan terus disuport oleh pemerintah daerah. “Pembatik harus terus berinovasi bagaimana cara membuat batik kwalitas makin tinggi dengan harga terjangkau ringan, sehingga pemasaran pun akan cepat menguasai pasar batik,” pesan Bupati. (eko)