Gresik, (bisnissurabaya.com) – Kota Santri Gresik berduka. Salah satu tokoh terbaik meninggal dunia. Yakni, H. Abdul Hamid Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Gresik meninggal dalam usia 58 tahun.

Abdul Hamid, meninggal dunia di RSUD Ibnu Sina Gresik, Kamis (4/10) karena sakit jantung. Di dalam tubuhnya sudah ada 9 ring yang dipasang di jantungnya. Dan sepekan terakhir kondisi kesehatannya terus menurun. Sebelumnya dia sempat dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik mulai Minggu (23/9) sampai kurang lebih sepekan.

Saat pemakaman Ketua DPRD Gresik, Abdul Hamid, di TPU Tlogopojok Gresik. (Foto/sam)

H Abdul Hamid, sudah lama menderita sakit. Dia kerap keluar masuk rumah sakit untuk mengecek kesehatannya. “Beliau memang sudah lama menderita sakit jantung. Namun, semangatnya sebagai ketua dewan tetap tinggi, tugas tetap dijalankan,” ujar Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib, usai pemakaman Kamis (4/10) kemarin.

Dia mengatakan, selama ini politisi asal Golkar itu dikenal sebagai seorang pimpinan yang bisa menjalin komunikasi baik dengan semua kalangan. “Beliau merupakan sosok yang rendah hati, low profile, dan menghargi semua orang. Termasuk kalangan pegawai sekretariat dewan dan jurnalis,” tambahnya.

Rekan sejawat lainnya politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syafik AM, menambahkan, pria yang sudah dua periode menjadi anggota DPRD Gresik itu memiliki semangat yang luar biasa.

Aktifitas terakhir yang dialaminya adalah memimpin sidang paripurna pembacaan pemandangan umum fraksi tentang perubahan APBD 2018. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (29/9) pekan lalu.

Tugas-tugas kedewanan tetap dilaksanakan, padahal tiga wakil ketua DPRD Gresik bisa menggantikan tugasya. “Tetapi sebagai ketua, dia merupakan sosok yang penuh tanggung jawab,” papar Syafik.

Susana rumah duka di Gresik Kota Baru (GKB) kemarin dipadati para tetangga dan kerabat. Dari rumah duka jenazahnya sempat disemayamkan di kantor DPRD Gresik. Dan usai shalat Dzuhur diberangkatkan ke tempat pemakaman umum (TPU) Tlogopojok Gresik. Para pentakziyah yang mengantar ke peristirahatan terakhir cukup banyak. (sam)