Gresik, (bisnissurabaya.com) – Kedatangan puluhan pelayar mancanegara, wonderful sail to Indonesia Rabu (3/10), disambut  tokoh masyarakat Pulau Bawean dan Bupati Gresik. Penyambutan ini sebagai bentuk penghormatan, tokoh masyrakat memasang odeng pendekar di kepala  pelayar bule, dan sarung. Selain ditabur bunga, pelayar diajak bermain  musik lesung, yang menjadi tradisi kearifan lokal masyarakat setempat.

Puluhan pelayar mancanegara, Rabu (3/10), tak menaiki kapal pesiar miliknya yang selama  ini dibuat keliling tempat-tempat indah di Indonesia. Namun, puluhan kapal milik mereka, berlabuh di Pantai Labuhan, Tanjungori. Namun, para  yachter atau pelayar ini diangkut menggunakan perahu nelayan Bawean, menuju Pantai Mombhul, Sangkapura Bawean, tiga mil dari Pantai Labuhan.

Kedatangan puluhan pelayar mancanegara, antara lain dari Belanda, Inggris, New Zealand dan  Australia ini, disambut, begitu tiba di Dermaga Pantai Mombhul Sangkapura. Kedatangan pelayar asing ini disambut tokoh masyarakat, Bupati Sambari Qosim, serta kementerian pariwisata.

Sebagai bentuk penghormatan, tokoh masyarakat Bawean dan Bupati Gresik memasang odeng  pendekar di kepala dan sarung kepada peserta wonderful sail to Indonesia. Menariknya, para pelayar bule ini juga ditabur bunga, dan diajak bermain musik lesung diiringi sholawat nabi yang merupakan seni tradisi masyarakat Bawean.

Tokoh masyarakat Bawean, Jazilul Fawaid, mengatakan, selama ini Bawean hanya dijadikan tempat  lewat da transit. Namun, pada 2018 ini, sail to Indonesia, Bawean menjadi tuan rumah untuk pertama kali. Tujuannya untuk memperkenalkan budaya,  tradisi, makanan dan tempat wisata pulau bawean,  kepada para pelayar yang singgah.

Usai jamuan makan, puluhan pelayar asing diajak keliling wisata Pulau Bawean selama tiga hari. Rencananya, Pulau Gili Noko Bawean yang terkenal dengan pasir putihnya menjadi wisata pertama yang akan dikunjungi para pelayar. (bashoir/stv)