Hotel Peduli UMKM

542

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Usaha Mikro Kecil dan Menengah/UMKM mulai mendapat simpati. Misalnya, managemen Hotel Artotel menunjukkan kepeduliannya disamping hotel lainnya. Hotel yang mengedepankan seni sebagai unsur utama dalam style interior dan eksteriornya. Seperti,

Lobby hotel sengaja didesain mirip gallery lukis, setiap dua bulan sekali ditempat ini diselenggarakan pameran lukisan. 7 September lalu Artotel mengundang pelukis muda asal Malang Indra Setiawan untuk menggelar pameran dengan tema “The earth without art is just eh” dan corat coret tembok lobby hotel yang selama ini dianggap sakral dan tidak boleh ada coretan sedikitpun.

Rupanya hotel yang membebaskan karyawannya berekspresi dalam berpenampilan ini, tidak hanya peduli pada kaum seniman tetapi juga care pada pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM).

Hotel ini menyediakan pojok oleh-oleh yang diisi produk makanan yang dihasilkan pelaku UMKM di Surabaya. seperti stik kerang, keripik usus, pastel, semanggi kering, madu mongso.

“Kemarin kami mengkurasi produk UMKM yang baru masuk, dan semua produk memiliki kemasan yang menarik,” kata Manager Housekeeping Andriani, kepada bisnissurabaya.com, belum lama ini.

Artotel ingin menjalin sinergisitas antara hotel dengan pelaku UMKM. Karena pihaknya merasa hotel memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan UMKM dengan cara memfasilitasi produk mereka untuk dipajang dan dijual di hotel.

Produk pelaku UMKM memang layak di pasarkan di hotel dan di mall. Karena selama ini mereka sudah dibimbing Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya, melalui program pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM) setiap hari Sabtu dan Minggu di Kapas Krampung Plaza Surabaya.

Diprogram tersebut pelaku UMKM dibimbing dan diajari cara memproduksi, mengemas, mengurus ijin, hungga memasarkan produk.

“Sebagai pelaku usaha, Artotel juga ingin membantu mendorong percepatan UMKM untuk naik kelas dari usaha kecil menjadi industri besar” tambah aktifis Indonesia House Keeper Association (IHKA).

Dengan melakukan sinergi, juga diharapkan pertumbuhan pariwisata di Surabaya semakin meningkat, karena para tamu hotel bisa mendapatkan oleh-oleh makanan dan cemilan khas Surabaya tanpa perlu keluar hotel.

“Ini juga salah satu upaya hotel untuk menyenangkan tamunya,” tambah ibu dari Ananda Firdaus Riska Purnamawati. (nanang)