Kopi Koko Nakal Go Internasional

562

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Cara baru nikmati kopi. Indonesia adalah negara penghasil kopi terbaik di dunia. Baik jenis arabica maupun robusta. Kopi tersebut banyak dihasilkan di daerah Gayo, Jawa Barat, Toraja, dan Bajawa.

Penikmat kopi di Eropa sangat memperhatikan kualitas kopi yang mereka konsumsi. Mereka meneliti kualitas kopi, mulai jenis varietas, ketinggian, warna buah, dan waktu panen. Edward, Theo, dan Kris adalah tiga sahabat yang dipersatukan oleh kopi. Mereka saudara se-kopi, dalam kopi mereka bersaudara.

Tiga sekawan Owner Kopi Koko Nakal, bersama Wagub Jatim, Gus Ipul (no 2 dari kanan). (Foto/nanang)

Berbekal kesamaan hobby dibidang kopi, akhirnya mereka sepakat membuka usaha bersama dibidang kopi. Usaha outlet yang mereka buka di Mall Pasar Atom diberi nama Kopi Koko Nakal. Nama Koko Nakal tidak sekedar unik, tapi mampu bersaing di mall yang mempunyai traffic pengunjung yang tinggi.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara menikmati kopi yang sebenarnya,” kata Owner Kopi Koko Nakal, Edward, kepada Bisnis Surabaya didampingi Theo, dan Kris Sabtu (29/9) kemarin.

Jika selama ini kopi selalu identik dengan minuman yang diminum secara bersama-sama di warung kopi sampai cafe kelas atas, sehingga timbul budaya ngopi bareng di kalangan masyarakat.

Kopi Koko Nakal menawarkan konsep ngopi praktis yang berbeda. Yaitu, take a way (kemasan bawa pulang). Dengan take away pembeli tetap dapat menikmati kopi kesukaannya sambil menjalankan aktifitasnya.

Ada beberapa varian kopi yang ditawarkan Kopi Koko Nakal. Antara lain, kopi susu mantan (Mantap Tenan) dengan gula aren, kopi mantan kelam (kopi hitam), es coklat selingkuh (menu sekali-sekali selain kopi), susu ocha plus teh hijau, dan susu janda (taro) berwarna ungu.

Harga kopi di Koko Nakal terbilang murah dan terjangkau. Yakni, Rp 18.000 per cup. Mereka sengaja mengambil posisi harga ditengah, antara harga kopi di warung pinggiran dan cafe di mall. Rata-rata tiap setengah hari mampu menjual sampai 50 cup per outlet.

“Pembeli kami kebanyakan justru perempuan, baik ibu-ibu maupun anak muda. Varian yang disukai adalah kopi susu mantan,” jelas Theo.

Calon Mitra Usaha Kopi Koko Nakal di Jerman. (Foto/nanang)

Pameran pertama yang diikuti kopi Koko Nakal adalah event Kartini Kopi Weekend di Grand City Surabaya. Disana banyak pembeli yang mengatakan bahwa rasa kopi Koko Nakal mirip kopi mahal yang paling terkenal di pasaran.

Kini outlet kopi Koko Nakal sudah bertambah satu lagi di Galeri Bukit Indah. Saat ini mereka sedang mempertimbangkan tawaran kerjasama pembukaan outlet di Jerman.

“Kami juga pernah melayani pembukaan both acara pesta pernikahan di Gedung Sri Jaya,” tambah Kris. Kedepan, mereka menargetkan untuk mempertahankan costumer loyal, mengeluarkan varian baru, dan ekspanding ke hotel-hotel. (nanang)