(foto/patrik)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Penampilannya tenang dan bersahaja. Juga terlihat tanpa basa-basi. Itulah sosok I Ketut Heri Asthama. Lelaki keturunan Bali yang dilahirkan di Surabaya ini merupakan profil seorang profesional yang malang-melintang di dunia perhotelan. Yaaaa….., penampilan yang kalem dan mudah bergaul dengan siapa saja itulah yang membuat orang yang baru dikenalnya langsung menyukainya.

Kiprah Ketut, di dunia hotel dimulai setelah lulus dari Surabaya Hotel School/SHS tahun 1991, dia memulai karirnya di Hotel Sahid Surabaya. Kemudian 2012 sampai 2016 dilanjutkan di Hotel Grand Darmo Suite sebagai Food and Beverage Manager,  dan 2016-2018 menjabat General Manager (GM) Hotel Raden Wijaya Mojokerto.

(foto/patrik)

Namun, karena jiwanya menyukai tantangan, dan tidak mau berlama-lama bertahan  dizona nyaman, dia lebih memilih untuk  buka usaha sendiri dibidang kuliner. Sesuai dengan aktifitas yang digelutinya selama ini. Bersama dua orang rekannya dia membuka restoran yang diberi nama Warung Sambelan Ebes berukuran 15 X 75 meter di Raya Jabon 108 Mojokerto.

Letaknya yang berada di pinggir jalan besar dan dekat Terminal Mojokerto, membuat rumah makan ini mudah ditemukan pecinta kuliner ataupun mereka yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Tak jarang pegawai instansi pemerintah atau kantor swasta memilih tempat ini untuk istirahat makan siang.

(foto/patrik)

Disana dia tidak hanya berjualan nasi sambelan, tetapi juga menyediakan menu rawon jangkreek. Dinamakan rawon jangkreek karena setiap pengunjung yang menikmati menu ini selalu berkomentar ‘Jangkreek’ sampai tulang-tulangnya terasa enak.

Rawon jangkreek karya chef Bajoel Eko, ini memiliki cita rasa tempo dulu  yang khas. Yaitu, irisan dagingnya yang besar dan empuk dengan kuah lezat berwarna hitam pekat. Sedangkan menu sambelan terdiri sambal yang pedas nikmat dan  lauk terong, tahu, tempe, telur, ayam, ikan pe, dilengkapi dengan lalapan daun kemangi, ketimun, dan kol. Sangat nikmat rasanya apabila disantap secara bersama-sama pada saat makan siang.

I Ketut Heri Asthama bersama Chef Bajoel Eko. (foto/patrik)

“Saya sengaja memilih menu tradisional rawon dan sambelan karena diminati semua kalangan mulai dari orang tua sampai anak muda,” kata Owner Warung Sambelan Ebes, Ketut Heri Asthama, kepada Bisnis Surabaya Jum’at (28/9) pekan lalu.

Dengan fasilitas hall yang memiliki kapasitas sekitar 300 orang, ayah tiga anak ini optimis Warung Sambelan Ebes yang dikelolanya dapat break event point (BEP) dalam satu tahun. Target ini ditunjang dengan adanya moment pemilu legislative/Pileg dan pemilu presiden/Pilpres 2019 yang kegiatan kampanyenya dimulai sejak 23 September lalu.

(foto/patrik)

“Saya tak hanya jemput bola, tapi juga cari bola. Saat ini, sudah banyak partai yang menghubungi untuk sewa tempat untuk digunakan kegiatan konsolidasi pemenangan pemilu,” jelas Ketua DPC IHGMA Mojokerto ini.

Didukung sepuluh karyawan dengan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berpengalaman dibidangnya, Ketut, tak hanya mentargetkan BEP dua tahun kedepan, tetapi juga akan  membuka fasilitas  guest house sebanyak 30 kamar di area Warung Sambelan Ebes.

Keinginan Ketut, yang lain akan membuka tiga cabang Warung Sambelan Ebes sekaligus ditiga kota. Yakni, di Surabaya, Batu, dan Solo. Kultur masyarakat yang doyan makan di luar serta menyukai makan yang bercitarasa pedas menjadi pertimbangan tersendiri bagi dirinya untuk mengembangkan usaha di tempat tersebut.  (nanang)