Patung Suro dan Boyo ikon kota Surabaya. (Foto/amel)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setiap kota pasti memiliki lambang tersendiri. Seperti di Surabaya, patung Sura (hiu) dan Baya (buaya) menjadi sebuah ikon bagi kota pahlawan ini. Monumen yang terletak di depan Kebun Binatang Surabaya/KBS ini tepatnya di jalan Diponegoro, Surabaya. Monumen ini menjadi obyek wisata bagi pendatang dari kota lain. Karena bagi mereka, belum sah main ke Surabaya jika belum mengunjungi dan mengambil foto di patung Sura dan Baya.

Arti dari patung Sura dan baya ialah, monumen yang terdiri atas dua hewan. Yaitu, ikan Sura dan Buaya. Ikon Surabaya tak terlepas dari cerita rakyat yang menarik untuk didengarkan dan sejarah tersendiri bagi masyarakat kota pahlawan.

Salah satu pengunjung saat santai di bangku taman patung Suro dan Boyo. (Foto/amel)

Konon, di lautan yang luas terjadi perkelahian hebat antara hiu dan buaya. Hal itu, membuat hiu merasa kelelahan dan memberi kesepakatan pembagian wilayah dengan buaya. Yaitu, lautan untuk hiu dan daratan untuk buaya.

Namun, karena ikan di lautan sudah habis, hiu mencari mangsa di sungai yang merupakan wilayah untuk buaya. Buaya yang mengetahui itu pun murka dan perkelahian terjadi kembali. Hiu menggigit ekor buaya dan sebaliknya. Hingga akhirnya pertarungan berakhir saat hiu kembali ke lautan dan buaya yang tetap di daratan untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Monumen ini memang unik untuk dijadikan ikon Surabaya, dan sangat bagus untuk kita foto-foto di sana. Dengan dikelilingi bunga-bunga yang cantik serta ada air mancur bikin suasananya jadi adem,” kata salah satu pengunjung, Bela, kepada bisnissurabaya.com Kamis (27/9) kemarin.

Monumen yang dibangun sangat sederhana itu, memiliki makna yang berarti bagi warga Surabaya. Kata Surabaya memiliki arti filosofis yaitu berjuang. Dan Sura yang berarti selamat dan baya bermakna bahaya. Bahaya yang dimaksud adalah selamat dari serangan penjajah yang dikalahkan Raden Wijaya dan ditetapkan menjadi hari kemenangan Kota Surabaya. (amel)