Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Para pengusaha yang tergabung di Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur cukup prihatin atas keterpurukan rupiah. Untuk mengantisipasi penurunan niali rupiah, mereka mendeklarasikan pelepasan dolarnya senilai US$ 50 juta, Kamis (20/9) malam.

Sebanyak ada 38 asosiasi tergabung dalam Forkas Jatim itu bergerak mengumpulkan dolar AS untuk ditukarkan ke dalam mata uang rupiah demi mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

Ketua Forkas Jatim, Nur Cahyudi. Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi A Johansyah, dan Kepala staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko.

Kegiatan ini dilaksanakan secara spontan karena mereka merasa terpanggil saat nilai tukar rupiah melemah yang sempat menyentuh angka Rp15.000 per dolar AS.

Acara yang berlangsung di Hotel Mojopahit Surabaya ini dihadiri di antaranya Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (purn) H.Moeldoko, Ketua Forkas Jatim Nur Cahyudi, Asisten ll Bidang Perekonomian Ir. Wahid Wahyudi, MT mewakili Gubernur Jatim, Kepala Perwakilan BI Jatim Difi A Johansyah, dan beberapa pelaku usaha Jatim beserta undangan dari Pemprov Jawa Timur, Polda Jatim, Kodam V/Brawijaya, dan perwakilan 38 asosiasi yang tergabung dalam Forkas di Hotel Majapahit, Surabaya, Kamis (20/9).

Moeldoko menyambut baik tindakan Forkas menukarkan uang US$50 juta ke dalam mata uang resmi Republik Indonesia. “Karena itu saat diundang ke di Hotel Majapahit saya langsung mengiyakan tanpa melihat jadwal saya,” jelasnya.

Moeldoko mengatakan, ingin memberi apresiasi tinggi kepada Forkas. Tanpa imbauan, para pengusaha sudah mempelopori gerakan positif ikut berpartisipasi agar nilai rupiah bisa stabil.
“Kami berterima kasih atas gerakan positif ini,” ujar Jenderal (Purn) Moeldoko.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forkas Jatim Nur Cahyudi menyatakan, aksi ini merupakan spontanitas dari para pengusaha. “Sudah terkumpul dalam tiga hari ini sebanyak US$50 juta,” kata Nur Cahyudi.

Tujuan penukaran dolar ke rupiah ini, lanjut ia, untuk membantu pemerintah agar nilai mata uang rupiah menguat terhadap dolar. Forkas berharap gerakan ini memberi efek luas bahwa pengusaha tidak tinggal diam saat rupiah dalam terpuruk.

“Seluruh anggota asosiasi yang tergabung Forkas, kami gerakkan untuk menguatkan rupiah. Karena ini sangat penting agar mereka tahu kalau para pengusaha di Jawa Timur bersatu menguatkan rupiah,” jelasnya.

Sementara Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur Difi Ahmad Djohansyah mengapresiasi upaya baik dari Forkas untuk menguatkan rupiah.

“Kami sangat senang mendapat dukungan Forkas. Saya adalah saksi sejarah saat krisis 98. Saat itu, para pengusaha menyumbang emas. Dan kami ucapkan terima kasih kepada Forkas. US$59 juta bukan jumlah yang sedikit,” jelas Difi seusai menerima piagam simbolis penukaran dolar ke dalam mata uang rupiah.(ton)