Blitar, (bisnissurabaya.com) – Puluhan warga Tulungagung  memanfaatkan aliran Sungai Brantas untuk mendapatkan cacing. Dengan menggunakan alat seadanya, hasil cacing tersebut dijual kesejumlah petani ikan  tawar. Tapi sayang, di musim kemarau ini penghasilan mereka justru turun karena cacing minim bertelur.

Di Sungai Ngrowo jurusan Sungai Brantas inilah  puluhan warga kelurahan sembung, Tulungagung, berendam berjam-jam untuk mengais rezeki. Dengan menggunakan jaring dan bak, mereka mendulang cacing merah untuk dijual kesejumlah petani ikan tawar. Hasil yang didapatpun lumayan besar. Mereka rata-rata mendapatkan keuntungan menjual cacing antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per hari. Tapi sayang, di musim kemarau ini penghasilan yang mereka dapatkan menurun dratis. Yakni, rata-rata Rp 50.000 per hari.

Sebab, di musim kemarau ini cacing minim bertelur sehingga sulit didapat. Mereka yang biasanya mendapatkan enam – tujuh kaleng, kini paling banyak tiga kaleng. Meski demikian, mereka tetap bertahan karena tak ada pilihan pekerjaan lain.

Sukarbi, pencari cacing mengatakan, mencari cacing  memang bukan profesi yang mereka cita-citakan, Namun, karena  sulitnya mencari pekerjan dan hasil yang cukup, tak ada pilihan lain yang dapat mereka lalukan, demi mencukupi kebutuhan hidup. (khoirul/stv)