Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelatihan marketing online. Untuk meningkatkan kapasitas pemasaran Usaha Menegah Kecil Mikro (UMKM), pada Maret sampai Agustus 2018 Dinas Pertanian menggelar pelatihan pemasaran untuk mereka.

Peserta pelatihan sekitar 100 orang pelaku UMKM. Peserta pelatihan tak hanya diajarkan materi, namun lebih banyak praktek melakukan promosi di media sosial.

Mereka melakukan praktek bagaimana caranya menentukan target bisnis, visi – misi, impian dan menentukan strategi promosi via instagram, facebook dan whatsapp, promosi via marketplace, membuat tampilan foto produk yang menarik, melakukan editing foto dan video produk.

Suasana pelatihan marketing online. (Foto/nanang)

Serta belajar strategi prospecting dan hypnoselling (mempengaruhi pelanggan agar cepat closing), Hypnowriting (membuat kata-kata menarik saat promo online), Membangun team penjualan dengan merekrut reseller.

“Semua peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang diajarkan,” kata tutor pelatihan, Dini Waluyati, kepada Bisnis Surabaya (17/9) kemarin.

Selama pelatihan, mereka dibentuk kelompok dan diberikan motivasi untuk bersaing dan bisa closing penjualan via online. Penjualan terbanyak akan diberikan reward (penghargaan) yang diberikan pada setiap pertemuan.

Banyak peserta merasakan manfaat pelatihan ini. Mereka sekarang lebih tertib dan rapi membuat pembukuan. Sehingga bisa mengukur omzet dan profit. Peningkatan jumlah reseller dan data reseller tercatat dengan rapi.

Omzet penjualan para pelaku UMKM mengalami perkembangan pesat. Ada peserta pameran dulunya maksimal 4000 botol sekarang menembus 10.757 botol.

“Dia merasa gembira karena dapat membantu ekonomi warga sekitar. Bahkan dia bisa mempekerjakan tetangga yang cacat fisik walau hanya mengupas bawang dan lombok,” jelas Dini, yang juga penulis berbagai buku.

Peserta pelatihan itu kemudian diikutkan dalam lomba pemasaran online, dari 100 orang diseleksi menjadi 20 orang berdasarkan keaktifan dalam pemasaran.

Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi, semua peserta memberikan laporan data omzet setiap bulannya. Dari hasil record grafik pertumbuhan omzet, diketahui semua mengalami peningkatan yang pesat,” tambah Dini, yang juga alumni Statistik ITS ini. (nanang)