Gresik, (bisnissurabaya.com) – Kegiatan perkemahan yang dijuluki Karang Pamitran Nasional  telah berakhir. Namun kesannya masih terasa. Kegiatan dilaksanakan pada  13-19 Agustus 2018 di  Lebak Harjo Ampel Gading Malang Jawa Timur.

Karang Pamitran Nasional  diikuti  8.734  peserta dari seluruh penjuru nusantara. Peserta  berasal dari utusan Kwartir Cabang, Kwartir Daerah, Gudep / KBRI/KJRI. Dan mereka terdiri atas Pembina Pramuka,Pamong Satuan Karya Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka,  Para Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan seIndonesia.

Tak terkecuali  kontingen dari Kwarting Cabang Gresik hadir di lembah pegunungan yang dingin itu. Selama sepekan penuh mereka disana. Mengikuti kegiatan demi kegiatan.

Salah seorang peserta dari Kontingen Kwarcab Gresik, Siti Huroirohmatin masih merasakan kesan dari kegiatan Karang Pamitran tersebut. “Ya sulit dilupakan kenangan dari bumi lembah Lebak Harjo Malang itu, banyak manfaat yang bisa saya ambil,” kata Atin panggilan akrab Pembina Siaga Putri ini.

Karang Pamitran Nasional tahun 2018 merupakan wahana untuk saling meningkatkan pengalaman dan wawasan juga mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan persahabatan antar pembina pramuka.

Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pengembangan diri, penguatan, kreasi, pengalaman diri, pengabdian dan eksplorasi. Peserta perkemahan sengaja tidak tidur di tenda, namun menginap di rumah penduduk.

Kontingen Kwarcab Gresik disambangi Bupati Sambari Halim Radianto

Menurut Atin untuk mengikuti perkemahan ini dituntut persiapan yang yang lumayan. Peserta  kontingen harus sehat jasmani dan rohani. Fisik harus kuat. Mengingat medan cukup berat,  naik turun gunung dan lembah. Tempat kegiatan acara tidak selalu dekat dengan rumah tempat menginap. Bahkan ada yang jauh sampai 15 Km.

Panitia menyediakan 52 rumah penginapan. Semua penduduk  menyambut kedatangan para peserta dengan ramah. Jarak rumah yang satu dengan yang lain sangat bervariasi. Ada yang berdekatan juga ada yang sangat jauh di balik lembah gunung. Namun solusinya Panitia menggandeng  ojek KPN yang relatif murah, jauh dekat hanya  Rp 5.000,-

Materi kegiatan yang diikuti adalah wawasan, seminar dan lokakarya. Kreasi kepembinaan atau pelatihan kepramukaan. Eksplorasi alam dan praktek kepelatihan. Bakti alam dan kreasi budaya. “Intinya disini kita digembleng agar lebih kreatif, trampil dan nambah sabahat,” tandas Atin.

“Saya mendapat penginapan di rumah bapak Suwardoyo mantan Kamituwo , yang berada di  RT 25/ 11 Dusun Krajan 2 Lebak Harjo. Tuan rumah sangat ramah sekali,” tambah Kakak Pembina yang juga guru di salah satu TK di Kecamatan Gresik ini.

Sementara itu dalam kunjungannya Bupati Gresik Sambari berpesan kepada semua anggota kontingen  agar tetap konsisten dan menjaga kesehatan selama seminggu di tanah ibu pertiwi Lebak harjo. (sam)