Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Angka pengangguran di Kabupaten Lamongan terbilang tinggi. Bahkan dari tahun ke tahun angka pengangguran mengalami peningkatan jumlah. Data dari Disnaker Lamongan menyebutkan, penyumbang angka pengangguran ini lulusan SMA atau sederajat.

Data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan menyebutkan angka pengangguran di Lamongan mencapai 4,2 persen atau sekitar 26.000 lebih yang masih mengganggur. Jumlah pengangguran yang semakin bertambah ini disebabkan karena peluang dan lowongan kerja yang terbatas dan juga jumlah lowongan yang disediakan tak sesuai dengan kejuruan atau lulusan SMK.

Faktor lain adalah masih ada rasa gengsi dan tidak optimal lulusan ini saat sudah mendapatkan kerja. Mereka berharap dengan pekerjaan yang tak terlalu kerja keras, namun dengan gaji yang besar. untuk menekan angka pengangguran yang terus bertambah ini, Disnkaer Lamongan berupaya membuka lowongan pekerjaan.

Salah satunya, sesering mungkin menggelar bursa kerja, melalui job market fair mini yang diselenggarakan di lembaga-lembaga sekolah. Kadisnaker Lamongan, Kamil, mengatakan,

dengan job market fair mini ini, mereka para lulusan sekolah yang berada di lingkungan penyelenggaraan job market fair bisa mencari peluang kerja yang sesuai dengan kejuruan mereka dan tidak perlu jauh-jauh mencari kerja.

Job market fair mini ini melibatkan sejumlah perusahaan besar yang setiap tahunnya selalu membuka peluang kerja bagi lulusan sekolah kejuaruan maupun lulusan umum. Rata-rata mereka yang mengikuti job market fair kadang diterima bekerja sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan. (bashoir/stv)