Gresik, (bisnissurabaya.com) – Biasanya, kapal digunakan berlayar di laut. Uniknya, di Kabupaten Gresik kapal justru digunakan masyarakat muslim sebagai tempat ibadah dan wisata religi. Namanya, Masjid Jami’ Abdul Hamid Alfaqih, konstruksi bangunannya dibentuk seperti kapal sebagai simbol sejarah perjuangan ulama yang dulunya dakwah menggunakan kapal.

Inilah Masjid Jami’ Abdul Hamid Alfaqih yang terletak di Dusun Mulyosari Desa Banyu Urip Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Warga menyebutnya sebagai Masjid Kapal karena bentuknya yang unik menyerupai kapal.

Dihadiri ribuan warga, Masjid Kapal ini akhirnya diresmikan Ketua PW NU  Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. Pembangunannya pun cukup singkat, usai peletakkan batu pertama pada Januari lalu. Setelah diresmikan, Masjid Kapal ini pun menarik perhatian warga. Tak sedikit yang datang untuk melakukan sholat berjama’ah maupun yang berfoto bersama dengan latar masjid megah berbentuk kapal.

Desain arsitektur masjid ini sengaja dibentuk seperti kapal, sebagai simbol sejarah perjuangan seorang ulama di Gresik bernama KH Abdul Hamid, yang dulunya saat berdakwah ke berbagai daerah sering menggunakan kapal sebagai transportasi utama untuk mengarungi laut dan menyusurinya

Sementara, H Muhammad Sakhr, putra KH Abdul Hamid, merasa senang dengan dibangunnya masjid kapal ini. Sebab, selain bisa dimanfaatkan masyarakat untuk tempat ibadah, setidaknya perjuangan dakwah ayahnya bisa dikenang melalui Masjid Kapal ini.

Masjid Kapal ini berdiri diatas tanah wakaf milik warga dengan luas 58 X 38 meter dan ukuran  27 X 23 meter. Sementara di depan masjid atau depan ruang imam, diberi haluan seperti umumnya kapal dan di belakang masjid juga diberi buritan.

Jendela pada masjid juga dibentuk seperti jendela kapal yang berbentuk bundar. Sedangkan lampu masjid juga didesain ala lampu Masjid Nabawi. Masjid kapal ini memiliki daya tampung sebanyak 250 jamaah. Panitia Pembangunan Masjid Kapal, Gus Atok, berharap Masjid Kapal ini tak pernah sepi.

Baik untuk sholat berjamaah maupun pengajian dan semak’an. Karena, selain bisa menjadi tempat ibadah Masjid Kapal juga bisa dijadikan sebagai wisata religi. (bashoir/stv)