Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kuat dilakoni, ora kuat ditinggal ngopi. Petikan bait lagu yang sedang ngetren ini seakan-akan hendak mengingatkan seseorang betapa kentalnya budaya ngopi di kalangan masyarakat. Budaya ngopi bareng menjadi tradisi semua kalangan. Baik masyarakat pinggiran sampai kelas atas. Ada berbagai produk kopi yang bisa ditemukan di pasaran.

Mulai kopi hitam konvensional dalam kemasan, maupun kopi dengan berbagai varian rasa. Seperti kopi susu, capuchino, mochacino, sampai kopi rasa buah. Deliana Safitrie, seorang pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang menggeluti usaha pembuatan minuman kopi.

Deliana Safitrie. (Foto/nanang)

“Produk saya kopi geni rasanya penuh sensasi karena proses pembuatannya tak lazim. Yakni,  sebelum kopi dicampur air panas, diberi sebongkah arang yang dibakar sampai membara,” kata Owner Kopi Geni Deliana Safitrie, kepada bisnissurabaya.com Selasa (11/9) kemarin. Yaaa….,  memang kopi geni buatan wanita manis berdarah Banda Aceh ini rasanya khas, dapat mencegah rasa kantuk dan dapat membangkitkan semangat. Sehingga badan terasa lebih segar.

Pernah ada pembeli dari Hongkong yang mengira bahwa kopinya menggunakan rom sebagai zat penghilang rasa kantuk. Cerita awal usaha kopi geni, dimulai saat perempuan alumni Teknik Kimia UPN ini menjalankan usaha wedding organization. Dia memiliki karyawan yang pandai membuat kopi geni. Namanya, Ricky Alexandro. Akhirnya, warga Menanggal Indah ini  membuka usaha jualan kopi geni yang diberi nama D’Rick.

Pameran demi pameran pun diikuti. Mulai dari Grand City, Maspion Square, Mlaku-mlaku Nang Tunjungan, Festival Ampel sampai bazar di acara Orari. Selain menjual kopi geni, istri Mukti ini juga mejual produk kopi kemasan. Seperti, kopi original, coklat kacang hijau, jahe merah, kayu manis, dan  kacang hijau jahe merah.

“Semua  varian kopi  produksi saya tidak menyebabkan kembung. Sehingga aman untuk lambung,” jelas ibu dari Genta dan Zacky. Untuk memperkuat jaringan serta lebih mengenalkan produknya, perempuan yang akrab disapa Deli, ini bergabung dengan banyak wadah UMKM. Seperti, GW Man, Serikat Dagang Nusantara, Digitalpreneur, dan UMKM naik kelas. (nanang)