Merasakan Keajaiban Hidup lewat Sari Dele

546

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Penjual susu sari dele. Pelaku usaha kecil menengah/UKM ini namanya Ismawati. Wanita manis ini pertama kali diajari cara membuat minuman sari dele oleh bapaknya, saat dia sedang mengandung anak yang pertama.

Perempuan kelahiran Surabaya 1976 ini sebelumnya tak pernah menyangka bahwa, minuman bercita rasa Manis inilah yang kelak membuat kehidupannya perlahan-lahan terasa manis.

Awalnya, istri M Rokhib, ini bekerja di toko elektronik Hartono. Setiap hari dia membawa produknya. Karena disana banyak teman sekerjanya yang menyukai minuman susu sari dele buatannya itu.

Sari Dele. (Foto/nanang)

“Setiap malam sepulang kerja, saya membuat minuman sari dele sambil menggendong anak saya,” kata Owner Susu Sari Dele D Roiss Ismawati, kepada Bisnis Surabaya Senin (10/9) lalu.

Pada 2011, saat hamil anak yang ketiga, dia memilih resign/keluar dari pekerjaannya di Hartono. Dia memilih konsentrasi menjalankan usaha susu kacang miliknya. Awalnya, aktivitas itu kurang mendapat dukungan suami. Namun, melihat dia menjalani usaha itu dengan penuh ketekunan dan kesabaran, akhirnya suaminya mendukung.

“Setiap hari saya keliling berjualan dari sekolah ke sekolah ditemani anak saya yang saat itu berusia satu tahun. Kadang mangkal di Taman Mundu. Seringkali kami kehujanan saat berjualan. Hal itulah yang membuat saya sering menangis dan hampir putus asa,” kata ibu dari Icha, Rosita, dan Salsa.

Hari demi hari, usaha yang dilakukan mulai menampakkan hasil. Saat dia berjualan di PAUD, ada orang tua siswa yang menawarinya untuk menitipkan produk susu delenya dijual di Kantin Kampus C Universitas Airlangga. Sejak saat itu hampir semua kantin fakultas disana menjual produk buatanya. Mulai dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, sampai Keperawatan.

“Akhirnya ini menjadi promosi dari mulut ke mulut, hingga penjualan sampai kemana- mana,” tambah alumni SMEA PGRI 5 ini.

Susu sari dele D Roiss mulai mengalami peningkatan. Awalnya hanya dikemas dalam plastik biasa. Sekarang dikemas dalam botol plastik. Rasanyapun bervariasi. Mulai dari original, coklat, hingga strowberry.

Untuk memperluas jaringan dan menambah pengetahuan, dia bergabung dengan group Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Pahlawan Ekonomi (PE) dan Best Kreatif yang diketuai Indra Wahyudi.

Dari hasil berjualan susu sari dele keliling dengan sepeda, perempuan berhijab ini mampu mengantongi omzet antara Rl 3 juta – Rp 6 juta per bulan. Hal yang sangat membanggakan adalah dia mampu mengkuliahkan anaknya dari hasil jualan susu sari dele tersebut.

Satu hal lagi yang selalu diingat perempuan asli arek Suroboyo ini, saat itu sedang bulan puasa. Sehingga dagangannya sepi. Padahal dia sudah berjanji untuk membelikan baju baru untuk anaknya.

Ditengah keputusasaan itu, dia dihubungi Pak Jojo, rekannya sesama UMKM untuk ikut roadshow romadhon berjualan dari kecamatan ke kecamatan. Tepat tiga hari sebelum lebaran dia mampu mengumpulkan uang sebanyak Rp 3 juta untuk membelikan baju anaknya.

“Saya banyak merasakan keajaiban hidup. Allah sudah memberikan jalan terbaik melalui usaha ini,’ tambah Ismawati. (nanang)