Bawean Simpan Terumbu Karang paling Indah

48

Gresik, (bisnissurabaya.com) – Pulau Bawean secara demografis ikut wilayah Kabupaten Gresik. Jarak pulau ini dari Kota Pudak 80 mil atau sekitar 120 Km, arah utara ke Laut Jawa. Pulau ini cukup luas, terdiri dari 2 kecamatan yaitu Sangkapura dan Tambak. Untuk bisa menjangkau Pulau Putri ini sebutan lain Bawean, dapat ditempuh 2 moda transportasi yaitu laut dan udara. Tiap hari ada penyeberangan kapal ke Bawean setiap pukul 10.00 WIB. Sedang lewat udara dilayani dua kali seminggu, setiap hari Senin dan Jumat dari Bandara Juanda.

Obyek wisata Pulau Bawean mulai dilirik wisatawan. Terbukti sejak dikenalkannya pulau ini beserta keindahannya, sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut. Baik wisatawan lokal maupun luar daerah. “Yaaaaa……, walaupun belum banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawean saya optimis suatu saat nanti akan ramai juga,” kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, usai acara pengukuhan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat, di gedung Pemkab Gresik, Kamis (22/8) lalu.

Bawean Terumbu Karang

Ia menambahkan, saat ini yang menjadi jujukan favorit wisatawan di Pulau Bawean adalah Pulau Gili dan Noko. Kedua pulau ini merupakan pulau yang memiliki keindahan alam bawah laut.

Untuk mengunjungi Pulau Gili dan Noko cukup mudah. Hanya mengeluarkan kocek  sewa perahu Rp 35.000 per orang, pengunjung sudah diantar dari dermaga Desa Sidogedungbatu ke Pulau  Gili dan Noko.

Setelah tiba di Pulau Gili, wisatawan yang ingin snorkling (menyelam) dikenakan tarif Rp 75.000 perorang. Tarif tersebut merupakan sewa perahu menuju lokasi snorkling Rp 50.000 dan sewa satu paket kelengkapan selam yang terdiri dari kacamata renang, sepatu katak dan alat bantu pernafasan Rp 25.000.

Wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan bawah lautnya dengan berbagai macam terumbu karang yang masih alami. Warga sekitar menamai terumbu karang dengan nama khas Pulau Bawean, misalnya Karang Pasong, Karang Ce’et dan Karang Menjangan.

Tak ada yang memungkiri, keindahan alam Pulau Bawean sangat elok. Siapapun yang pernah menjejakkan kaki di Pulau Puteri ini pasti akan mengacungkan jempol. Tak berlebihan, kalau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik beberapa kali mengajak masyarakat untuk berwisata ke Pulau Bawean.

Walaupun nantinya Pulau Bawean bisa menjadi primadona dan mendatangkan investasi, Bupati Sambari berharap, pengembangan wisata Pulau Bawean tidak meninggalkan kultur yang ada. “Kepada alim ulama dan tokoh masyarakat, jangan khawatir kultur Bawean ini musnah. Saya menjamin setiap investasi untuk pengembangan Bawean tidak akan mengubah kultur masyarakat Bawean yang islami,” tegasnya.

Bupati menyebut, pihaknya telah menginventarisir ada 11 pulau yang ada di sekitar kepulauan Bawean dan semuanya berpanorama indah. “Meski saya belum mengunjungi semuanya, tapi beberapa bagian telah saya lihat baik bentuk maupun potensinya. Tentu saja saya menunggu rekomendasi dari para pakar setelah melakukan lokakarya ini,” kata Bupati. Dari semua jumlah pulau yang ada, delapan pulau kecil yang tak berpenghuni yaitu, Pulau Birang-birang, Pulau Cina, Pulau Selayar, Pulau Nusa, Pulau Gili, Pulau Manukan, Pulau Batukebo, Pulau Noko. Sedangkan Pulau lain yang berpenduduk yaitu, Pulau Bawean, Pulau Gili Timur dan Pulau Karangbila.

Selain berpanorama indah, menurut pakar Kelautan terumbu karang di pulau ini terbaik di Indonesia. Terutama di Pulau Gili. Menurutnya, dibandingkan dengan yang ada di Derawan (Derawan Berau, Kalimantan Timur), terumbu karang di Pulau Gili Bawean lebih bagus dan beraneka warna.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Zainul Hidayah. Peneliti sekaligus Dosen Kelautan Universitas Trunojoyo menyatakan terumbu karang di Pulau Gili Bawean adalah terumbu karang paling subur. “Hamparan terumbu karangnya mempunyai potensi besar untuk dikembangkan mendatangkan para wisatawan ke Pulau Bawean. Terumbu karang di Pulau Gili Bawean bisa tumbuh mencapai 2 mm per tahun. Menurut kami, pertumbuhan tersebut yang terbaik. Selain itu tingkat hidup terumbu karang di Gili Bawean adalah yang terbesar dibandingkan di tempat lain di Indonesia,” ujar peneliti muda ini.

Pemkab Gresik kedepan akan berperan aktif dalam mengembangkan dan mengenalkan pesona wisata Pulau Bawean. Dengan tujuan  dapat menarik minat wisatawan baik dari luar daerah maupun wisatawan asing. (sam)