Membangun Usaha Sumpia di Kampung Jajanan

185

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sumpia. Nama camilan yang berisi ebi/udang, kelapa, dan bawang yang dibalut dengan tepung. Untuk rasa, uhuiiii….., tiada duanya. Gurih, renyah, dan enak terpadu menjadi satu. Membuat ketagihan bagi siapapun yang mencicipinya. Sentra jajanan berbentuk lumpia mini ini berada di Kelurahan Kapas Madya Kali, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Salah satu pengrajinnya, Gut Minatun. Perempuan 53 tahun ini awalnya bekerja di pabrik sumpia milik seseorang keturunan Tionghoa. Tetapi, ibu satu anak ini mulai bosan, dan mencoba berkreasi sendiri. Ia mulai merintis usaha sendiri sejak empat tahun lalu. Karena, banyak pesanan sumpia, akhirnya dia mempekerjakan satu karyawan.

Proses pembuatan sumpia. (Foto/fara)

Setiap hari, istri dari Dashi Slamet, ini menjajakan sumpianya untuk dititipkan ke warung-warung dan toko terdekat. Dia bercerita, jika musim lebaran tiba, pesanan sangat banyak hingga rumahnya penuh dengan kue kecil ini. “Di kampung sumpia ini banyak sekali pengrajinnya. Tetapi, hanya saya yang membuat, walaupun sedang tak ada pesanan. Karena, ini satu-satunya mata pencaharianku,” kata wanita kelahiran Nganjuk kepada bisnissurabaya.com Kamis (6/9) siang.

Harga sumpia yang ditawarkan cukup murah. Sehingga peminatnya banyak. Untuk 5 kg, dibanderol Rp 200.000. Harapan perempuan yang memiliki hobi memasak ini, agar sumpia produksinya semakin berkembang. (fara)