Blitar, (bisnissurabaya.com) – Wisata kekinian berselimut sejarah. Perkebunan kopi ini terletak di Karanganyar Timur, Kecamatan Nglegok, Blitar ini menjadi salah satu perkebunan kopi paling tua. Tempat ini merupakan kebun peninggalan pemerintah Kolonial Belanda.

Selain perkebunan kopi, tempat yang memiliki luas 300 hektare ini juga terdapat beberapa lokasi museum. Seperti, tempat barang-barang sejarah peninggalan zaman kerajaan di Jawa, peninggalan pemerintahan Kolonial Belanda hingga zaman perjuangan bangsa Indonesia.

Pengunjung sedang berfoto di Museum Purna Bhakti. (Foto/nanda)

Di dalam perkebunan kopi yang memiliki konsep agrohistory coffee itu terdapat banyak bangunan. Misalnya, di Eropa atau peninggalan Belanda. Salah satunya, bangunan kantor perkebunan yang bernama “De Karanganjar Koffilangtange Blitar” yang dimiliki perusahaan Harta Mulia.

Selain dapat menikmati kopi di area tersebut, wisatawan yang datang kesana juga dapat berkunjung ke beberapa museum. Seperti, Museum Pusaka, Blitaran, dan Purna Bhakti. Museum Blitar-an terdapat lukisan koleksi pribadi pengelola kebun kopi. Dimana museum itu terdapat beberapa benda pusaka. Seperti keris kuno beragam macam jenis.

Misalnya, keris omyang, tilam, keleng luk 7, dan junjung drajat. Ada lukisan karya seniman kawakan nusantara dari Basoeki Abdullah. Ada juga hasil goresan tangan, Lim Wasim, dari Rustamaji dan Asrofil Huda, yang menarik. Yaitu, lukisan yang dibuat dari ampas kopi.

“Disini ada pula Rumah Loji yang dahulunya ditempati oleh pemilik kebun kopi dan di dalamnya ada pula sebuah kamar yang pernah disinggahi Promalator Soekarno,” kata Direktur Kebun Kopi Karanganyar, kepada bisnissurabaya.com belum lama ini. Dimana barang-barang di dalamnya  berasal dari kamar hotel di Jakarta.

Yang menarik, perkebunan kopi ini para wisatawan-nya juga bisa menjadi relawan dadak-an dan belajar meracik kopinya sendiri. Dimana pihak perkebunan membuat progam khusus untuk pengunjung asing dari mancanegara yang berkunjung ke Kebun Kopi diperbolehkan mengelola kebun.

Untuk bisa menikmati sensasi di kebun kopi ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 15.000 per orang. Selain pengunjung dapat menikmati kopinya, wisatawan juga bisa membeli oleh-oleh kopi asli yang diproduksi petani disana. (nanda)