Gresik, (bisnissurabaya.com) – Kreatif. Satu kata ini dapat menggambarkan sosok ibu rumah tangga pembuat lilin aromatheraphy. Malam khusus terbuat dari minyak esensial dengan aroma begitu menenangkan dan menyenangkan.

Salah satunya Susiana, wanita yang memiliki keterampilan membuat segala macam bentuk lilin. Perempuan yang mempunyai hobi masak ini awalnya suka membuat kue kering, basah, dan berbagai masakan lainnya untuk dijual.

Lilin aromatherapy yang berbentuk eskrim. (Foto/nisa)

Lambat laun. Ibu dari dua anak ini ingin mengembangkan karya yang sebelumnya mendapat info dari temannya. Ia mengikuti, pelatihan UKM di Kaza Surabaya setiap hari Minggu. Sudah enam bulan ini ia mengikutinya kegiatan Pahlawan Ekonomi yang digagas Walikota Tri Rismaharini.

Dari pelatihan itu, sudah banyak karya yang dihasilkan. Antara lain, Gypsum, boneka, bunga dan tempat tisu dan gantungan kunci dari kain perca. Saat ini, anak dari pasangan Suhardi, dan Maryani, ini mulai belajar membuat lilin dengan model berbagai macam bentuk. Mulai dari bunga, buah, kartun, makanan dan lilin aromatheraphy.

Saat ini, istri dari Trinudin, ini baru menjual karyanya kepada teman dekatnya atau dari mulut ke mulut. Dan menerima pesanan untuk souvenir. Pada bagian lain, wanita kelahiran Surabaya, 21 Agustus 1972 ini menceritakan pengalamannya mengikuti pelatihan.

Selain itu, perempuan berusia 46 tahun ini menjelaskan cara membuat lilin aromatheraphy. Mulai dari parafin yang kemudian dimasak diatas kompor dan diberi bahan kimia SA dan diberi pewarna. Kemudian, dituangkan ke bawah secara pelan-pelan agar hasilnya sempurna.

Sebelum dituang ke gelas, kita taruh disebelah api agar suhunya bagus dan tidak pecah saat diisi cairan tersebut. Peminat dari lilin ini lebih dominan dari kalangan menengah ke atas. Wanita lulusan SMK N 1 Surabaya ini mempunyai harapan ingin membuka usaha dan mengenalkan tiap karya yang ingin diciptakan. (nisa)