Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Bagi masyarakat umum, ternak lalat sepertinya hampir tidak terdengar. Karena binatang yang satu ini dianggap sebagai binatang yang menjijikkan. Namun, ditangan warga Lamongan budidaya lalat justru menjadi ladang bisnis baru yang menggiurkan.

Gufron Namanya, warga Desa Kalipang Kecamatan Sugio Lamongan ini, berhasil membudidayakan lalat yang bisa menghasilkan di rumah yang bernilai cukup tinggi. Namun, budidaya lalat disini bukan sembarang lalat. Gufron membudidayakan jenis lalat black soldier fly atau biasa disebut lalat tentara hitam yang memiliki banyak manfaat.

Populasi lalat ini tak hanya memiliki kemampuan mengurai sampah organik menjadi kompos.  Namun, larva dari lalat black soldier fly juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan, burung, reptil dan unggas. Peternak Lalat, Gufron, mengatakan, Cara membudidayakan lalat jenis ini cukup mudah.

Mengembang biakkan lalat black soldier fly dibutuhkan tempat yang disebut nursery. Dimana terdapat beberapa tempat. Seperti sarana tempat bertelur, sampah organik sebagai tempat makan lalat dan tempat penetasan menjadi larva. Prosesnya pun cukup singkat. Telur yang sudah menetas menjadi larva berusia 5 hari. Kemudian larva diletakkan pada sampah organic. Setelah 10 hari, maka larva tersebut siap untuk dipanen.

Untuk sementara, Gufron, hanya menjual telur lalat black soldier fly yang dihargai Rp 25.000 per lima gram yang diambil warga lain dari berbagai kota untuk diternakkan kembali. (bashoir/stv)