Bakso Mak Killer super pedas. (Foto/amel)

Gresik, (bisnissurabaya.com) – Bakso makanan favorit untuk tua dan muda. Karena itu, usaha kuliner ini sangat menjanjikan. Tak heran, kini ada Bakso Mak Killer di Sentra Bisnis Driyorejo (SBD) perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik. Tempat ini cocok untuk penikmat makanan berkuah yang terbuat dari daging sapi. Apalagi, yang suka rasa pedas.

Tak disangka, empunya Bakso Mak Killer, ternyata seorang wanita cantik, bernama Lucy Muchtar. Tak heran, banyak konsumen yang keluar masuk untuk menikmati bakso Mak Lucy. Bagaimana ibu muda ini tiba-tiba menekuni bisnis kuliner? Ceritanya, pada 2004, gadis berparas ayu ini bekerja sebagai pemilik sebuah café ternama di Samarinda.

Mak Lucy, di depan kedai Bakso Mak Killer miliknya. (Foto/amel)

Setahun kemudian, Lucy, hijrah ke Gresik untuk mengadu nasib di kota besar. Setibanya di kota Pudak ini, dia mendirikan usaha alat musik bersama suaminya, Wahyudi Ariyanto. Penjualan alat music tidak hanya dilakukan secara offline, tetapi juga online melalui media sosial. Usaha alat music itu sampai kini masih eksis.

Ibu tiga anak, yang hobi makan bakso dan suka pedas ini, kemudian merintis usaha lainnya, sejak Juli lalu membuka rumah makan khusus bakso. Lucy, yang akrab dipanggil emak ini mencoba sesuatu yang berbeda. Dengan modal Rp 10 juta, anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan H Muchtar Umar dan Hj Sumiati, ini mulai menyewa salah satu stand di SBD.

Kemudian dia membuat kursi, meja untuk mendukung usaha baksonya. Yang berbeda, wanita 36 tahun ini membuat sambal yang super pedasnya. Sebab, rasa pedas ini diyakini akan menjadi cirri khas Bakso Mak Killer. Untuk membuat sambal super pedas ini Lucy membeli Lombok sebanyak dua kilogram dengan harga Rp 100.000 per hari.

Wanita berambut pendek ini juga menceritakan dari mana awal hingga usahanya diberi nama Bakso Mak killer. ‘’Nama Bakso Mak Killer terinspirasi dari nama saya yang biasa dipanggil mak. Sedangkan killer dari bakso yang super pedas. Sehingga menjadi pembeda dengan bakso lainnya. Jadi saya beri nama Bakso Mak Killer,’’ kata Lucy, yang memiliki pengalaman 10 tahun di dunia entertaint kepada bisnissurabaya.com, Kamis (23/8) siang.

Kini dia baru memiliki satu karyawan untuk membantunya. Pembeli juga berasal dari semua kalangan. Mulai ibu-ibu, anak muda, bapak-bapak, remaja. Terutama pelanggan yang gemar rasa pedas berlevel tinggi. Walau terkadang sepi, namun emak tetap semangat membuka usahanya setiap hari.

Bakso Mak Killer, menyediakan aneka macam menu kepedasan bakso. Ada level satu, dua dan tiga dengan takaran sambal menggunakan sendok sayur. Tak hanya bakso, minuman yang dijual disana juga seperti di cafe pada umumnya. Seperti, milkshake berbagai varian rasa dan juga sparkling rainbow. Terkadang minuman dari buah asli yang segar pun tersedia.

Harga yang ditawarkan pun cukup murah. Lucy, sedikit berpromosi siapa pun yang mencoba Bakso Mak Killer, bakal ketagihan. Meski terbilang baru membuka usaha, namun, omzet yang didapat cukup menggiurkan. Sedikitnya Rp 8 juta saat bulan pertama mengawali usaha baksonya itu. Perempuan kelahiran Samarinda ini juga menceritakan suka duka membuka usaha. ‘’Sukanya itu banyak. Apalagi kalau ramai pengunjung, rasanya bahagia sekali. Tetapi kalau sepi, apalagi kalau harga cabai lagi mahal, aku suka bingung, bisa-bisa pedas nya tak gila lagi,’’ kilah Lucy, yang alumnus Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Sebelum menekuni bisnis kuliner ini, Lucy, dulu nya adalah pemilik café dan menjadi trainer barista di J.Co, Excelso, Starbucks. (amel)