Ngawi, (bisnissurabaya.com) – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi menggelar Festival Kopi Ngawi 2018, yang diikuti 10 kedai kopi Ngawi, 6 kedai kopi Madiun, Ponorogo, Karanganyar dan Surabaya, di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, pada 10-11/8 lalu.

Menimbang bumi Ngawi kaya dengan hasil palawija salah satunya kopi. Karena itu, Kepala Disparpora Rahmad Didik Purwanto bersama Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Wisata dan Ekonomi Kreatif Wiwien Purwaningsih, mengadakan program kegiatan dengan menggelar festival kopi yang boleh diikuti seluruh produk kopi se-Ngawi dan sekitarnya.

Dalam acara pagelaran festival kopi rasa nangka dari Ngawi ini, dihadiri dan dibuka Bupati Ngawi. Bupati Ngawi mencoba memperlihatkan produk unggulan Ngawi dari hasil bumi, dimana patut dikonsumsi para hobby peminum kopi. Baik nasional dan internasional. Rasa pun dengan berbagai rasa sesuai permintaan, yang pasti kopi Ngawi pengolahannya tanpa campuran apapun alias murni benar-benar kopi rasa nangka, melihat cara pengolahan dan penyajian produk kopi patut dihargai.

Berbagai agenda disiapkan panitia untuk mengisi Festival Kopi Ngawi 2018 ini. Sebelum acara dimulai , panitia mengumumkan pemenang lomba virtual latte art yang dilaksanakan dengan mengunggah aksi membuat latte art ke media sosial instagram.
salah satu bintang tamunya adalah barista cantik asal Bangkalan, Titik Rahma. Festival Kopi

Ngawi 2018 ini menjadi magnit Pecinta Kopi dari Berbagai Daerah. Bukan hanya warga lokal Ngawi, banyak pula yang berasal dari luar kota. Seperti Ponorogo, Jogja, Temanggung, dan kota lainnya. Puncak acara Festival Kopi Ngawi 2018 dimeriahkan salah satu Group band nasional yang namanya tak asing lagi, Letto.

Dalam acara sebelum diresmikan festival kopi Bupati Ngawi, Sekdin Disparpora Drs.Mahmud Rosadi (Plt), menyampaikan beberapa hal. Alasan agenda festival kopi perlu diadakan berdasar UU Th 2019 tentang kepariwisataan. Tujuannya mempromosikan kopi Ngawi. Yaitu kopi Selondo Ngawi. Kedua mendukung sektor promosi produk kreatif khususnya lokal dan nasional. Ketiga memberikan motivasi pada peserta lebih produktif dan kreatif dalam berkarya.

Adapun kegiatan itu barista battle, virtual latte art, demo latte art, jugling kopi, workshop kopi, lomba anak dan hiburan musik group band Letto. Salah satu unsur penilaiannya mencari karakter kopi dengan metode cuping dan memperebutkan hadiah uang jutaan rupiah, trophy, serta sertifikat. (eko)