Anak-anak Peserta BEC 2018 Berani Tampil Lucu dan Energik

58

Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – BANYUWANGI Ethno Carnival (BEC) 2018 bertema tradisi Puter Kayun yang di gelar, Minggu (29/7), diikuti para talent dari beragam usia. Termasuk melibatkan peserta anak-anak berbakat dan bertalenta dari seluruh Banyuwangi. Dukungan dari pada orangtua, termasuk guru di sekolah menjadi motivasi terbesar bagi anak-anak ini ikut memeriahkan BEC. Seperti dikatakan Wiwik, ibunda dari salah satu peserta. Selain sebagai ajang mengasah bakat, para orangtua berharap, ajang Banyuwangi Ethno Carnival bisa menjadi upaya mengenalkan budaya Banyuwangi kepada anak.

Peserta BEC 2018 dari anak-anak, salah satunya Evelline Jihan Prameswari. Putri bungsu pasangan Sri Handayani dan Sujianto, juga dikenal pemilik Jihan Ayu Production dan Sanggar Rias Jihan Ayu, Purwoharjo. Saat ini gadis yang arab disapa Velyn ini tercatat masih duduk di bangku kelas 3 SDN 1 Purwoharjo.

Cinta Seren Aprilia Putri mengenakan busana Oncor-oncoran dalam ajang BEC 2018. (foto/ist)

Dalam ajang BEC 2018 ini, Velyn tampil menarik dengan balutan kostum etnik bertema tapekong. Untuk keperluan kostum ini, orangtuanya sengaja memakai jasa desainer khusus dengan biaya yang tidak murah. Ciri khas kostum tepekong ini pada pemakaian hiasan ondel-ondel Gandrung. Gandrung merupakan ikon Kota Banyuwangi. Selain unik, kostum berkonsep tepekong ini mengandung kesan lucu.

Menurut sang desainer Morin, ondel-ondel Banyuwangi ini mengambil filosofi dari tarian Gandrung. Sehingga warna-warna yang dipilih cenderung sarat makna. Seperti warna merah, putih, hitam dan emas.

Kegiatan BEC  ini yang ketiga kalinya diikuti gadis berparas ayu ini. Bahkan gadis berhidung mancung ini, sudah beberapa kali meraih juara dalam berbagai ajang lomba.

Diantaranya Juara Harapan III, lomba busana recycle tahun 2016 dan Juara III BEC 2017. Berbagai prestasi tersebut tentu tak lepas dari peran dan dukungan kedua orangtuanya. Bidang modeling juga ditekuninya. Berbagai lomba modelling pun diikuti. Salah satu prestasinya, Juara II dalam lomba modelling di Sun East Mall, Genteng.

Ajang BEC  2018 juga diikuti Cinta Seren Aprilia Putri, gadis kecil asal Muncar. Putri dari pasangan Wiwik dan Miskun, pengusaha fashion asal Desa Kemendung, Muncar. Saat ini Seren, begitu sapannya, masih duduk dibangku kelas VI SDN I Kemendung Muncar. Dalam ajang ini, gadis 11 tahun ini tampil bagus dengan kostum bertema Oncor-oncoran.

Evelline Jihan Prameswari tampak anggun dengan busana tema tapekong dalam BEC 2018. (foto/ist)

Tema oncor-oncoran ini terlihat pada setiap detail kostumnya dan make up yang memoles wajahnya. Warna hijau dan merah tampak mendominasi baik pada riasan, mahkota dan kostum. Warna hijau ini diambil dari warna bambu dan warna merah melambangkan unsur api.

Bagi dara kelahiran Banyuwangi 30 April 2007 ini ajang BEC bukan hal baru, tiap tahun langganan. Berbagai prestasi membanggakan diraih gadis kecil ini. Diantaranya Juara 1 Jebeng Thulik 2018, Juara 3 BEC 2017, dan masuk nominasi 5 besar  dalam ajang fashion show, di Lippo Mall, Jember 2017.

Bakat modeling menjadi modal utama mengikuti BEC. Seren menerjuni bidang modeling sejak 2 tahun silam. Dan, aktif mengikuti kegiatan menari sejak masih TK.  Selain tergabung dalam agensi model, Seren juga aktif bergabung dalam sanggar tari.

Tak kalah memukau tampilan Devi Iqyu Airi Putri, putri dari pasangan Ni Made Arini dan Khoiri Wicaksono. Saat ini gadis yang disapa Iqyu ini duduk dibangku kelas III SDN Jajag. Ajang BEC 2018 menjadi kesempatan empat kalinya. Tahun ini, Aqyu mengenakan kostum bertema kupat lepet. Menurut sang desainer Morin, kupat lepet ini merupakan tradisi selamatan yang dibawa santri pada acara selamatan putar kayun.  Tampak hiasan berbentuk ketupat dan lepet begitu mendominasi pada kostum dan mahkota. Disamping warna hijau dan kuning begitu kuat, seperti warna-warna kuning dan hijau pada janur yang kerap dipakai untuk membuat ketupat dan lepet. Serta, ancak tempat atau wadah ketupat dan lepet.

Iqyu juga rajin mengasah bakat seni dan modeling. Salah satunya aktif mengikuti berbagai ajang fashion show baik dalam maupun luar Banyuwangi.  Berbagai prestasi disabetnya. Di rumahnya puluhan piala berhasil dikoleksi. Seperti, Juara I Jebeng Thulik 2018, Juara III, Green Recycle tahun 2018. Rasanya julukan kecil kecil cabai rawit sangat cocok disematkan pada diri gadis kecil ini. (tin)