PTS dan PTN Tak Ada Sekat

119

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Persaingan perguruan tinggi swasta (PTS) semakin ketat antar kampus. Apalagi kini mereka semakin percaya diri bersaing dengan perguruan tinggi negeri (PTN) dalam menggaet Mahasiswa baru. Dengan berbagai program serta andalan masing-masing Fakultas dan jurusan pada PTS. Apalagi paradigma sekat antara PTS dan PTN tidak lagi ada di era kompetisi.

“PTS selalu percaya diri. Era kita era kompetisi, era kita bukan lagi negeri dan swasta,” kata Ketua STIE Perbanas Surabaya DR Lutfi. Dia mengajak civitas akademika kampus swasta harus berani meninggalkan paradigma soal sekat PTN dan PTS karena sejatinya dua entitas itu memiliki kesetaraan dalam kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Perbedaan kampus negeri dan swasta, kata dia, hanya pada sektor pembiayaan. PTN dibiayai Negara, sementara PTS dibiayai perguruan tinggi itu sendiri. Sementara soal kualitas kampus, adalah tergantung dari proses pembelajaran di perguruan tinggi tersebut, entah itu negeri ataupun swasta.

Menurut dia, jika kampus negeri tidak mengelola dengan baik maka bisa gulung tikar kalah dengan swasta. Sementara perguruan tinggi swasta yang dikelola dengan baik maka bisa mengalahkan negeri. “Saat ini era persaingan. Dimana tidak mau bersaing maka akan ditinggalkan mahasiswa. Mahasiswa akan meninggalkan perguruan tinggi itu. Kalau kualitas makin baik maka akan dicari mahasiswa. Itu saja. Negeri dan swasta akan sama, tinggal mau bersaing atau tidak,” jelas ia.

Terkait intervensi Kemristekdikti dalam menjaga kualitas kampus negeri dan swasta tetap setara dan tetap dalam standar adalah lewat akreditasi. Menurut dia, dengan akreditasi kampus yang dilakukan pemerintah bisa menjaga ritme proses pendidikan di kampus agar tetap dalam standar yang baik. “Lewat akreditasi itu akan setara. Kalau akreditasi kampus itu A dari PTN dan PTS, maka negeri dan swasta sama. Ini yang penting. Artinya, pemerintah untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta itu dengan melakukan pendampingan, juga untuk perguruan tinggi negeri,” pungkasnya. (ton)