Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Ratusan hektar tanaman jagung di Kabupaten Lamongan diserang hama tikus dalam beberapa hari terakhir ini. Kondisi ini menyebabkan jagung yang berumur dua bulan tak lagi dapat dipanen. Batang serta buah ludes dimakan tikus. Petani dipastikan gagal panen. Sedikitnya 170 hektar lahan jagung milik petani di Dusun Blumbang Desa Dradah Kecamatan Kedungpring, Lamongan rusak parah akibat diserang hama tikus.

Jagung yang menginjak usia dua bulan ini ludes setelah bagian batang dan buah di makan tikus.

Serangan tikus yang merajalela membuat petani semakin resah. Sebab, dengan hitungan cepat kawanan tikus bisa menghabiskan seluruh tanaman jagung dalam semalam. Meki serangan hama tikus sangat ganas, namun petani tidak bisa berbuat banyak untuk membasmi.

Petani Jagung, Enik, mengatakan, untuk mengurangi kerugian, petani hanya bisa menjual batang jagung yang dijadikan pakan ternak yang dihargai Rp 500.000 untuk satu hektarnya. Petugas Dinas Pertanian, Riyadi, saat di konfirmasi, menyatakan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan justru menampik adanya serangan hama tikus di lahan jagung petani.

Menurut petugas dinas pertanian, gagal panennya lahan jagung disebabkan berkurangnya air di musim kemarau. Selain mengancam tanaman jagung, tikus juga kerap menyerang tanaman padi yang berusia muda. Petani memperkirakan populasi tikus di Lamongan terus bertambah, mengingat lahan pertanian selama ini menjadi lumbung pangan hama tikus. (bashoir/stv)