Ikan Kali Surabaya Mati Massal, Kalaps Gugat Pakde Karwo

1377

Surabaya, (bisnissurabaya.com) –¬†Diakhir jabatannya, Gubernur Sukarwo, tak bakal bisa tidur nyenyak. Sebab, keberadaan Kali Brantas dan anak sungainya yang merupakan ekosistem ikan dan biota sungai lainnya kondisinya memprihatinkan. Dalam setahun ini lebih dari 4 kali kasus terjadi ikan mati massal.

Yang mengenaskan, kasus tersebut penanganannya seakan menguap begitu saja.
Pemerintah Provinsi/Pemprov Jawa Timur/Jatim dan Perum Jasa Tirta 1 Malang selaku lembaga yang bertanggung jawab seharusnya bisa mendeteksi pembuang limbah karena memiliki alat pantau kualitas air online.

Rulli Mustika (kiri)

Ketua Komunitas Anti Lupa Pencemaran Kali Surabaya (KALAPS), Rulli Mustika, kepada bisnis Surabaya.com Sabtu (4/8) mengatakan, masyarakat Surabaya juga menyesalkan minimnya upaya monitoring dan antisipasi ikan mati pada musim kemarau saat ini.

Seharusnya, kata dia, ada koordinasi antara Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Dirjen SDA PUPR, Perum Jasa Tirta 1 Malang, Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jatim menghadapi musim kemarau.

Dimana saat itu debit air brantas menurun,. Sedangkan volume limbah cair bertambah seiring dengan operasionalnya pabrik tebu sejak Mei hingga November.

Limbah sampah di Kali Brantas. (Foto/ist)

“KALAPS melakukan upaya hukum berupa gugatan legal standing atau citizen lawsuit kepada pemerintah yang lalai dan abai dalam mengendalikan pencemaran di Kali Surabaya yang menyebabkan ikan mati masal,” jelas Rulli Mustika yang juga seorang advokat.

KALAPS mendesak agar industri melakukan diet polusi dengan melakukan pengelolaan limbah cair yang ekstra ketat, karena daya dukung sungai yang menurun pada musim kemarau.

“Sungai bukan tempat sampah, perlu upaya edukasi kepada masyarakat,” tambah Rulli Mustika.

Edukasi itu bisa dilakukan dengan strategi komunukasi ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

Aparatur memberi contoh kepada masyarakat memperlakukan sungai dengan arif dan bijaksana dengan prinsip keberlanjutan.
Dan berani menegakkan hukum terhadap pelanggar serta melakukan tata kelola sungai yang baik. (nanang)