Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kesiapan Indonesia menghadapi era industri 4.0 terus mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Berlatar hal tersebut, sebagai perguruan tinggi yang juga berfokus pada bidang pengembangan teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui ITS Training Center menggelar Seminar Introduce to Industry 4.0 bagi para pelaku industri di Indonesia, Senin (31/7), di Hotel JW Marriott Surabaya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pengelolaan Usaha (BPPU) ITS, Dr Ir I Ketut Gunarta MT mengatakan, tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk memfasilitasi para pelaku industri di Indonesia, agar lebih siap memasuki era industri 4.0 yang memang banyak sekali tantangannya.

Para pelaku industri yang hadir dalam acara ini di antaranya ada dari PT Industri Kereta Api (INKA), PT Indonesia Power, PT Perkebunan Nusantara, dan PT Bukit Asam. Selain itu, ITS juga mengundang beberapa perwakilan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengedukasi mereka terkait era industri 4.0.

Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc selaku Wakil Rektor IV ITS Bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian dan Hubungan Internasional, saat memberikan materi perihal peran ITS di Era Industri 4.0. (Foto/ist)

“Memang untuk jumlah pelaku industri tidak terlalu banyak yang hadir, karena kami menginginkan pada seminar dan pelatihan ini lebih fokus di group kecil agar hasilnya maksimal,” tutur dosen Teknik Industri ITS ini.

Pada acara yang akan berlangsung hingga empat hari ke depan ini, menghadirkan tiga trainer yaitu Fou Teck Kong dari perusahaan Festo Singapore, Safri Susanto dari Festo Indonesia dan Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc selaku Wakil Rektor IV ITS Bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian dan Hubungan Internasional.

Pria yang kerap disapa Gunarta ini juga mengatakan, masih banyak pelaku industri di Indonesia yang memang belum siap untuk menghadapi revolusi industri 4.0 ini. Selain terkendala dalam kesiapan SDM, masalah juga ditemui dengan keterbatasan informasi mereka terkait detail apa yang dimaksud dengan era industri 4.0.

“Untuk itu, ITS sebagai perguruan tinggi yang juga sudah mencanangkan program ITS 4.0, hadir sebagai fasilitator dan juga sebagai partner bagi para pelaku industri untuk mengembangkan usahanya agar lebih siap di era industri 4.0 ini,” papar Gunarta lagi.

Selain tujuan edukasi, lanjut dia, acara ini juga ditujukan untuk mempromosikan kemampuan ITS dalam bidang smart techno ke pelaku industri. “Kami bisa bantu dan bekerjasama dengan mereka (pelaku industry, red) lebih kuat lagi,” tandas pria yang juga sebagai Chief Executive Officer (CEO) ITS Tekno Sains ini.

Menurut Gunarta, setelah seminar mereka tidak hanya akan mempunyai skill. Harapannya, ketika ada permasalahan lagi, partnership yang berkelanjutan antara ITS dengan pelaku industri tersebut dapat saling membantu memecahkan masalah yang ada.

Sementara itu, Prof Ketut Buda Artana menjelaskan, salah satu latar belakang yang menyebabkan adanya revolusi industri 4.0 adalah adanya perbedaan generasi dan pola perilaku kebutuhan masyarakat, yang lebih mengacu pada dunia cyber digital.

“Ada perubahan gaya hidup masyarakat, perubahan proses industri dan perubahan budaya. Inilah yang menginisiasi ITS untuk turut melakukan penyesuaian diri di era industri 4.0,” terang pria lulusan Kobe University, Jepang ini.

Prof Ketut, juga menyampaikan, sebagai pusat pengembangan teknologi dengan fasilitas laboratorium yang cukup lengkap dan jejaring internasional yang luas, ITS siap membantu para pelaku industri untuk mempersiapkan perusahaannya memasuki era industri 4.0.

Faktanya, imbuh Prof Ketut, memang membutuhkan banyak persiapan dan beaya yang sangat besar bagi sebuah perusahaan untuk memasuki era industri 4.0 ini. Apalagi dengan mendatangkan ahli-ahli dari luar negeri. Melalui kerjasama ITS, para pelaku industri diharapkan bisa menekan beaya tersebut.

“Karena kami di ITS memiliki fasilitas pengembang dan kami bisa memanfaatkan jejaring kami di luar negeri untuk membantu peserta seminar jika bekerjasama dengan ITS,” tegasnya. Kegiatan seminar ini akan berlanjut dengan agenda pelatihan langsung yang difasilitasi PT Festo Singapore dan Indonesia serta dari ITS sendiri. Pelatihan tersebut akan berlangsung di Gedung Research Center ITS. (bw)