Beginilah Kisah 22 Menit Polisi Ringkus Pelaku Teror

537

Surabaya (bisnissurabaya.com) – “Semua itu bukan kebetulan kan?” begitu bunyi pertanyaan yang diajukan Ardi, seorang anggota polisi saat adegan menyidik tersangka teroris sambil tangannya menunjukkan foto-foto aktivitas tersangka di beberapa kota di Indonesia.

Adegan yang ada dalam film 22 menit tersebut seakan-akan hendak mengingatkan kepada semua orang bahwa tindakan teroris bukanlah sebuah kebetulan. Tetapi sesuatu yang direncanakan dengan matang dan penuh perhitungan.

Suasana Nonton Bareng/Nobar Film 22 Menit. (Foto/nanang)

Film 22 Menit disutradarai Eugene Panji, dan Myrna Paramita, dengan melibatkan beberapa petinggi Polri. Seperti Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Krisna Murti, dan Komisaris Besar Polisi ( Kombespol) Herry Heryawan sebagai pemainnya.

Tito Karnavian, berperan sebagai pelanggar lalu lintas, Krisna Murti, memerankan diri sebagai seorang penjual sate. Menurut Kepolisian Surabaya, film 22 menit ini bertujuan membangun kesadaran generasi muda untuk lebih memahami arti penting persatuan dan kesatuan.

“Pelaku terorisme, adalah kelompok radikal. Dan mereka ada disekitar kita. Hidup normal seperti biasa. Contoh, pelaku teror bom Surabaya Dita Oepriarto,” kata Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya, Kombes Pol, Rudi Setyawan,SIk, SH, MH. kepada Bisnis Surabaya Sabtu (28/7) kemarin.

Bibit-bibit radikalisme sudah menyebar di lingkungan generasi muda terutama pelajar dan mahasiswa. “Sebagai bukti mereka tidak mau menghormat kepada bendera merah putih,” jelas Rudi Setyawan, yang juga kerap disebut Sikatan 1.

Bom yang mengguncang Surabaya pada Mei lalu, mirip dengan bom Thamrin Jakarta. Pelakunya rata-rata berusia muda dan terindoktrinasi kuat pada ajaran faham yang radikal.

“Kita perlu menyelamatkan generasi muda yang terhilang ini,” tambah Komandan Hoof Bearoe ini. Gambaran tentang tugas berat seorang polisi serta kecanggihan senjata dan peralatan yang dimiliki kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Sehingga mampu meringkus pelaku teror dalam 22 menit. Ini dapat juga kita saksikan dalam film ini.

Nonton bareng film 22 menit diselenggarakan oleh Gema Indonesia yang diketuai Liza Kusuma, di XXI Lenmark Surabaya Sabtu (28/7) melibatkan pelajar dan para pemuka agama. (nanang)