Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Didalam seminar Reksa Dana Penyertaan Terbatas Sebagai Alternatif Sarana Pendanaan Sektor Riil dan Infrastruktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Juli 2018, terdapat 54 Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dengan total dana kelolaan mencapai Rp23,4 triliun.

RDPT tersebut telah membiayai berbagai lini sektor di Indonesia, seperti infrastruktur, properti, UMKM dan lainnya.

Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Sujanto di JW Marriott Hotel Surabaya, Kamis (26/7) mengatakan beberapa proyek strategis yang dibiayai RDPT di antaranya, pembangunan Sky Train di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang sebesar Rp315 miliar.

Lalu pembangunan ruas jalan tol Semarang-Batang, Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono sebesar Rp5 triliun. Selanjutnya ruas jalan tol Kanci, Pasuruan-Probolinggo, dan Pejagan-Pemalang sebesar Rp5 triliun, pembangunan proyek perumahan di Surabaya, yaitu Perum Perumnas sebesar Rp375 miliar serta Apartemen Grand Sungkono sebesar Rp100 miliar.

“Kami ingin melalui seminar ini, mampu meningkatkan kesadaran perusahan-perusahaan terhadap salah satu sumber pendanaan di pasar modal, yakni RDPT,” kata Sujanto.

Dia menambahkan, beberapa manfaat RDPT seperti sumber pembiayaan dengan nilai yang besar, tidak ada cicilan pokok, tidak perlu jaminan sepanjang investment grade, struktur pembiayaan fleksibel, ada insentif perpajakan bunga obligasi bagi investor. Skema RDPT diarahkan kepada investor profesional dengan cara penawaran terbatas.

Dengan skema RDPT diarahkan kepada investor profesional dengan cara penawaran terbatas (private placement) kepada kurang dari 50 pihak. Dengan RDPT, Manajer Investasi memfasilitasi sekelompok investor pemilik dana dan melakukan investasi pada perusahaan yang membutuhkan bantuan pendanaan dalam bentuk pinjaman atau penyertaan modal.

Sehingga, RDPT hanya dapat berinvestasi pada instrument yang diterbitkan oleh perusahaan yang tidak ditawarkan melalui penawaran umum.

Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Kantor OJK Kantor Regional (KR)4 Jawa Timur (Jatim) menjelaskan, RDPT juga merupakan salah satu bentuk dukungan OJK atas program Pemerintah Indonesia. Yakni percepatan penyediaan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah. “Kemudian mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah,” katanya. (ton)