Salah satu ruangan Hotel Namira. (Foto/nanang)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Iklim ekonomi semakin membaik di Surabaya. Tak heran, kondisi itu membangkitkan investasi diberbagai bidang termasuk pariwisata dan perhotelan.

Tiga tahun terakhir ini, tercatat ada beberapa hotel berdiri di kota Pahlawan. Diantaranya Haris, Kokoon dan Hotel Namira. Dari beberapa hotel yang baru, Namira yang berlokasi di Jalan Wisma Pagesangan dekat Masjid Agung Al Akbar Surabaya ini mengusung konsep syariah sebagai pembeda.

Selain menampilkan nuansa islami pada interior di setiap ruangan, hotel ini mempunyai ukuran kamar 24 square yang memungkinkan bagi tamu untuk shollat berjamaah dengan keluarganya.

Hotel Namira juga dilengkapi fasilitas Restoran Al Arush dan Gahwaji yang menyajikan menu makanan halal khas Timur Tengah seperti nasi kebuli, nasi mandhi, nasi briyani, kambing guling, roti mariyam dan lain- lain.

Owner Hotel Namira Syariah, Mustofa Bawazeer. (Foto/nanang)

Dari restoran Gahwaji, yang terletak di lantai 9, tamu hotel atau penikmat kuliner bisa menikmati makan malam dengan suasana yang indah dengan latar belakang pemandangan Masjid Agung dan jalan tol. Kita serasa sedang berada di satu tempat di kota Makkah.

Disini Juga selalu bisa kita dengarkan murotal Al Qur’an setiap saat serta kumandang adzan yang bisa didengar sampai di kamar. Sebagai komitmen terhadap nilai syariah yang diusungnya, Hotel Namira sangat ketat dalam menerima tamu yang menginap di hotel tersebut.

“Kami menerapkan sistim aturan yang sangat kuat bagi tamu yang menginap, mereka harus menunjukan KTP dengan alamat yang sama. Jika mereka tidak bisa menunjukan KTP maka wajib mengisi pernyataan bahwa mereka adalah pasangan suami istri,” kata Owner Hotel Namira Syariah, Mustofa Bawazeer didampingi General Manager/GM Hotel Namira Fadly Rizal, di Restauran Gahwaji, kepada Bisnis Surabaya Rabu (18/7) malam.

General Manager/GM Hotel Namira, Fadly Rizal

Walau menerapkan konsep syariah, namun hotel ini tetap menerima tamu non muslim. “Tamu non muslim atau asing, apabila menginap berpasangan tetap kita tanya identitas suami istri atau kita minta mengisi pernyataan bahwa mereka suami istri,” tambah Rizal, General Manager Hotel Namira.

Fadly Rizal, tetap meyakini bahwa dengan mengusung konsep syariah, hotel ini banyak peminatnya. Karena memberi kepastian mulai dari fasilitas hunian dan makanan. Sehingga dia tidak merasa khawatir kekurangan tamu. Hampir semua tamu yang melakukan manasik haji dan yang ada acara di Masjid Agung menginap di Namira.

“Soal tamu, saya percaya pada kebesaran dan janji Allah. Pasti Allah mendatangkan tamu untuk Naik,” tambah GM Hotel asli Makassar Sulawesi Selatan ini” (nanang)