Pelaku UMKM Kaget Harga Telur Meroket

533

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Telur dan daging ayam yang merupakan bahan baku utama dari industri produk pangan dan katering mengalami kenaikan harga signifikan di pasaran. Hal ini, tentu berpengaruh bagi pelaku usaha  menengah kecil mikro (UMKM) penghasil makanan. Seperti penghasil olahan roti, cake, dan kue kering.

“Saya terpaksa mengurangi keuntungan saya dan resaler, karena tidak mau mengurangi kualitas bahan yang bisa berpengaruh pada rasa,” kata owner Siomay Miracle, Elis Dinda, kepada Bisnis Surabaya Senin (16/7) kemarin. Sementara Irene, pengusaha katering mengaku lebih memilih mengurangi porsi ukuran ayam dan telur pada menunya untuk mensiasati kenaikan harga bahan dasar.

Irene, pengusaha katering. (Foto/nanang)

Beruntunglah, Nyzma Kumala, pelaku UMKM produsen kue kering dan Hendro pelaku UMKM terang bulan cryspy 99. Mereka mengaku sudah mengantisipasi kenaikan harga telur di pasaran sejak beberapa bulan lalu. Menurut penjelasan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), kenaikan harga kebutuhan pokok terutama telur di beberapa pasar tradisional terjadi  sepekan ini, disebabkan karena adanya kenaikan harga pakan ternak.

Elis Dinda, Owner Siomay Miracle. (Foto/nanang)

Kenaikan harga tersebut menyebabkan ongkos produksi naik yang berdampak pada naiknya harga telur. “Dampak  kenaikan harga pakan tersebut, membuat beaya produksi tinggi. Sehingga produsen telur menaikkan harganya,” kata  Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo. Pakan ternak yang digunakan peternak masih impor dari Thailand. Saat ini, nilai dolar naik sehingga mengakibatkan harga pakan ternak ikut naik.

Nyzma, pelaku UMKM Kue Kering. (Foto/nanang)

“Ketika impor dan dolarnya naik, maka otomatis harganya ikut naik. Sekali lagi kenaikan harga telur ini bukan karena faktor cuaca tapi karena harga pakan naik,” jelas Pakde Karwo. Salah satu cara untuk menurunkan harga telur, dengan meningkatkan pemberian jagung sebagai pakan ternak utama pada ayam. Dengan demikian produksi jagung harus ditingkatkan.

 “Untuk solusi lainnya masih terus kita carikan,” tambah Soekarwo, yang juga mantan Sekda Jatim ini. (nanang)