Warung nuansa Bali yang ditawarkan Muji Utomo di kawasan wisata Desa Purwodadi. (foto/tin)

Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Menerjuni usaha kuliner tak ada batasan bagi siapapun. Termasuk pria bernama Muji Utomo ini. Sebelumnya, dirinya bekerja sebagai teknisi mesin di sebuah bank. Setelah 21 tahun bekerja, Muji memutuskan mundur dari pekerjaan dan memilih pulang kampung ke Banyuwangi. Lalu, membuka usaha kuliner.

Dengan merogoh modal yang tak sedikit Rp 150 juta, Muji, mencoba membangun bisnis kuliner. Sebuah warung konsep Bali dia buka di kawasan wisata Purwodadi, Banyuwangi. Nuansa Bali ini bisa terlihat pada dekorasi ruangan. Seperti pada pintu masuk, sampai ke dalam menunya. “Untuk rasa, saya padukan selera Jawa dan Bali. Jadi ada unsur manis,” kata Muji, kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Ide membuka warung Bali ini terinspirasi dari banyaknya warung Banyuwangi di Bali. Selama 8 tahun menetap di Denpasar, Muji, banyak mendapat keluhan dari warga Bali, yang kesulitan menemukan warung Bali di Banyuwangi.

Selain menyuguhkan nuansa Bali, Muji, juga mengusung nuansa primitif. Mengingat Porwodadi yang dikenal dengan wisata Kampung primitifnya. “Unsur primitif ini saya lukiskan pada bagian depan pintu masuk, serta pemakaian ilalang pada atap gazebonya,” ungkapnya.

Untuk meracik masakan dan pengolahan, Muji, langsung menanganinya. Sejak di Bali dirinya kerap belajar masak. Baik secara otodidak maupun belajar memasak masakan Bali dari teman-teman asli Bali.

Menu yang ditawarkan, seperti babi kecap, rica-rica babi, iga bakar babi, rica-rica biawak, lengkap dengan nasi putih. Salah satu menu favorit pengunjung, sate babi dan babi kecap.

Banyak juga pengunjung datang berburu RW dan masakan biawak. Karena dipercaya untuk stamina dan obat gatal-gatal. Bagi pengunjung muslim pun disuguhkan menu lain. Yakni, rica-rica mentok, rica-rica bebek dan rica-rica ayam. Harga yang ditawarkan dari Rp 15.000 per porsi.

Selain masyarakat sekitar, pasar yang dia bidik, para wisatawan Bali yang datang ke Banyuwangi. Saat ini, banyak warga Bali datang ke Banyuwangi untuk berwisata maupun untuk kepentingan ke pura. Apalagi lokasi warung yang tak jauh dari wisata kampung primitif. Hanya berjarak 1,5 kilometer juga menjadi daya tarik warung ini. Karena itu, Muji optimis, prospek warungnya cukup bagus.

Meski baru satu bulan buka, pengunjung lumayan. Tiap hari ada saja tamu yang datang. Untuk pelanggan yang lokasinya jauh, lebih mudah dengan memakai layanan ojek online. (tin)