(foto/ist)

Blitar, (bisnissurabaya.com) – Fetival purnama seruling penataran yang digelar dewan kesenian budaya Kabupaten Blitar berlangsung meriah. Bagaimana tidak, festival yang betujuan melestarikan budaya tersebut dihadiri ribuan pengunjung. Baik lokal maupun mancanegara. Bahkan, dua warga asal Argentina dan Kostarica ikut andil dalam mengambil peran.

Bupati Blitar Riyanto, saat membuka acara festival purnama seruling penataran di tempat bersejarah Candi Penataran Ngledok, mengatakan, purna seruling Candi Penataran ini mengambil thema cerita panji. Dalam cerita, tergambarkan kerinduan Panji Asmorobangun dan Dewi Candrakirana atau yang lebih dikenal dengan kidung wuyung.

Dewi Candrakirana, yang memiliki wajah cantik ini diperebutkan banyak orang. Salah satunya, adalah Panji Asmorobangun. Cerita panji ini, populer pada masa Kerajaan Kediri hingga Kerajaan Majapahit. Cerita ini, tak hanya dikenal di nusantara, tapi juga dikenal di mancanegara. Seperti Malaysia, Thailand, Filiphina, Kamboja hingga ke negara lainnya.

Tak heran, jika festival seruling penataran ini mengundang ribuan pengunjung lokal maupun mancanegara. Bahkan, dua warga asal Argentina dan Kostarica ikut andil dalam mengambil peran. Tujuan festival ini selain untuk melestarikan budaya juga untuk meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Blitar Raya.

Sementara, Novita, penatan tari/pengunjung, menyatakan, cerita panji ini, memang belum terkenal cerita Mahabarata atau Ramayana. Namun, dengan adanya festival ini diharapakan mampu mengangkat cerita panji ini kepada masyarakat. Seperti namanya, purnama seruling penataran ini digelar pada saat bulan purnama dibulan-bulan tertentu sesuai kesepakatan. (khoirul/stv)