Paket Perjalanan East Java Hot Deal, Ditawarkan ke Pasar Dunia

151

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Meski Gunung Agung terbatuk, perahu motor karam, kerawanan bahaya di jalan darat, atau bahkan adanya gangguan pasar digital menjadi sebuah keniscayaan dan mengancam turunnya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia maupun wisatawan nusantara (Winus) di Tanah Air. Semua tantangan itu setiap saat terjadi untuk individu agar lebih bersyuku dan terus up-grading menjadi sebuah bangsa dengan kekuatan pariwisata unggul terdepan.

Inilah yang mendorong Asisten Deputi dan Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran II, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) menggelar Forum Group Discussion (FDG) yang bertajuk t Java Hot Deal strategi dalam upaya untuk mempercepat pertumbuhan Pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Timur/Jatim, sebagai strategi mengatasi situasi low season dan low occupancy perhotelan pada week day, di Hotel Santika jalan Jemursari Surabaya, Jumat, (6/7) kemarin.

Acara dihadiri staf Asisten Deputi Kemenpar RI, Kadisbudpar Jawa Timur, Dr. H. Jariyanto, Msi, Ketua PHRI Jatim, Herry Siswanto, SH, MH, Ketua ASITA Jatim Ariefudinsyah, Ketua IHGMA Joko Widiyanto, serta perwakilan Disbudpar Jember, Situbondo, Probolinggo, Malang, Banyuwangi, Pasuruan serta perwakilan asosiasi dibawah forum Visit Wonderful Indonesia yaitu Organda, Apserapi, APPBI, Putri dan HIPPINDO, serta insane pariwisata lainnya di Jatim.

‘’FGD ini memancing minat dan semangat positif dari para pelaku industri pariwisata di Jatim,’’ kata Ketua IHGMA Jatim, Joko Widiyanto, kepada Bisnis Surabaya. Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kemenpar RI, Dr Anang Sutono, CHE, mengatakan, pihaknya menggelar acara tersebut, karena Hot Deal adalah bagian dari program Kemenpar yang memiliki kepastian mengisi ‘idle capacity’ yang merupakan bundling dari 3 A.

Antara lain, Attractiveness (menarik), Amenities (fasilitas), Accessibility (akses). ‘’Hal ini akan mempercepat pertumbuhan pariwisata Indonesia, Jatim yang luar biasa,’’ kata Anang. Program paket Hot Deal ini, adalah gagasan bersama Kemenpar RI bersama Forum Visit Wonderful Indonesia, sebuah konsorsium 18 asosiasi pelaku industri pariwisata nasional. Forum ini digagas Hariyadi Sukamdani (PHRI), Asnawi Bahar (ASITA) yang berkolaborasi mengajak asosiasi lain untuk bergabung demi memajukan pariwisata nasional.

‘’Hot deal, pada prinsipnya menerapkan konsep sharing economy yaitu menjual barang atau jasa yang ‘idle capacity’ alias tidak terjual atau excess capacity misalnya dengan diskon besar atau dengan menawarkan paket-paket wisata khusus sehingga mampu menarik calon wisman pada masa low season atau week day,’’ ujarnya.

Menurut dia, sebanyak 270 juta dan kedatangan wisman sebanyak 17 juta, dengan rencana dioperasikannya beberapa bandara baru. Diantaranya, Bandara Internasional Kertajati, dan menyusul beberapa lokasi nusantara. Kemudian Pelabuhan Laut di Sumenep dan Probolinggodiharapkan bisa menyasar pangsa pasar wisman, tentunya denganpenyusunan paket-paket pariwisata yang menarik yang menjual keunikan Kota Malang, Surabaya, Banyuwangi dan lainnya di Jatim.

” Saya optimis program Hot Deal merupakan solusi Jitu meningkatkan akupansi hunian kamar hotel dan transportasi udara darat, laut. Terlebih ditunjang dengan hadirnya inovasi idea-idea kreatif dan menarik kamar hotel yang tersedia di Surabaya sekitar 20.000, namun akupansinya baru mencapai angka 55 persen. Sehingga masih ada 45 persen belum dioptimalkan. Nah, jika agen travel yang tergabung dalam ASITA Jatim bisa menjual paket-paket wisata yang lebih menarik, dipastikan akupansi kamar hotel di waktu low season/week day (hari biasa),’’ ujarnya.

Ia meyakini bahwa keindahan panorama Jatim, seperti Madura, Banyuwangi, Bromo Tengger serta pantai selatan nya, serta bentuk budaya egaliter dan religi dari Masyarakatnya. Hal ini akan kondusif menciptakan paket-paket di Hot Deals. Hal itu dikarenakan melihat potensi Kota Surbaya, Malang, dan wilayah sekitarnya yang selalu inovatif. Seperti potensi seni budaya, alam dan kreativitasnya yang mengakar.

Menaggapi hal ini, Kadisbudpar Jawa Timur, Dr. Jariyanto, menyambut positif dan mengingatkan panorama dan wisata di Gili Iyang Sumenep, jangan pernah dilupakan. Dia mengingatkan, kekuatan religi spiritual Jatim yang melahirkan tokoh-tokoh besar adalah sebuah fakta sejarah yang tak terabaikan.

Selama hampir lebih 10 tahun beliau berperan memajukan pariwisata Jawa Timur, berbagai lokasi pernah dilakukan studi dan upaya untuk mengangkat ke pentas dunia.

Lebih jauh beliau mengatakan bahwa wisatawan Cina, Eropa, Midle East atau Timur Tengah juga akan tertarik dengan paket- Jatim sebuah peluang dengan keramahan warga Jatim. Sehingga bisa menghasilkan devisa. Apalagi Ketua ASITA Jatim, Ariefudinsyah, dalam acara tersebut menganalogi peran

ASITA adalah layaknya seorang penjahit kreatif yang mengemas berbagai aset dan keunikan destinasi Jawa Timur untuk menjadi paket-paket unik, kreatif, fancy dan vintage sebagai pilihan para wisman. Program ini mendapat komitmen dukungan dari ASITA Jatim. Dalam acara hari ini, para travel agent yang hadir, telah merancang sedikitnya 66

paket yang akan dikemas menjadi paket Hot Deal Jawa Timur. Apabila mendapat pengembangan dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata di Jatim, pastilah akan lebih dari 100 paket hot deal Jatim dapat dibuat.

Yang perlu mendapat perhatian masuk dalam paket Hot Deal pada waktu tertentu saja. Setelah event ini, Ketua ASITA dan PHRI Jatim optimis program ini dapat membantu meningkatkan okupansi hotel di Jatim menjadi lebih pantas dan elegan. (bw)