Berikut Ini, Partisipasi Indonesia di Ajang Dar es Salaam International Trade Fair

54

Jakarta, (bisnissurabaya.com) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dar es Salaam promosikan Indonesia serta membuka peluang kerjasama di bidang perdagangan dan investasi melalui keikutsertaan pada Dar es Salaam International Trade Fair (DITF) yang ke-42 atau biasa dikenal dengan Saba-saba.

Saba-saba telah dimulai sejak 28 Juni hingga 13 Juli mendatang di Mwalimu J.K.Nyerere Trade Fair Grounds, Dar es Salaam, Tanzania. Dibuka secara langsung oleh Perdana Menteri Tanzania, Kassim Majaliwa.

Turut hadir pula Duta Besar RI Dar es Salaam bapak Ratlan Pardede sebagai tamu undangan dan perwakilan KBRI Dar es Salaam.

Dubes RI Dar es Salaam Ratlan Pardede mengatakan ratusan  perusahaan maupun organisai lokal dan internasional dari berbagai negara turut ambil bagian dalam DITF ke-42 ini. Komoditas yang dipamerkan pun sangat beragam, yaitu antara lain mesin pertanian, garmen, makanan dan minuman, elektronika, otomotif serta fast moving consumer goods (FMCG).

Booth Indonesia menampilkan produk dari berbagai perusahaan dan industri di Indonesia, termasuk tekstil, makanan ringan, kebutuhan bayi dan perlengkapan elektronika industri.

Sejumlah perusahaan Indonesia yang berpartisipasi baik dalam booth KBRI Dar es Salaam maupun di booth terpisah yang disewa sendiri untuk menampilkan produk dan membuka peluang penetrasi pasar di Tanzania, antara lain seperti PT Industri Sandang Nusantara, PT LEN Industri, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Indo Bali Distributors Ltd (salah satu distributor produk Indonesia di Tanzania), PT Mayora Indah Tbk, serta pengusaha batik (Sri Hartatiek dari Surabaya) dan Sarung (Farhad Amin Salim dari Pekalongan).

Batik merupakan salah satu daya tarik utama booth Indonesia di Dar es Salaam, mengingat penduduk Tanzania gemar menggunakan baju yang serupa dengan batik. “Para pengunjung sangat menyukai motif batik khas Indonesia serta kualitas jahitan baju yang prima,” katanya.

Selain itu, sebagai upaya untuk mendorong tercapainya salah satu target KBRI Dar es Salaam yaitu pendirian restoran Indonesia di Dar es Salaam, disajikan pula  sejumlah makanan khas Indonesia kepada para pengunjung guna mendalami tingkat penerimaan masyarakat lokal terhadap cita rasa kuliner Indonesia.

Sejumlah makanan yang disajikan antara lain seperti sate, kue lapis singkong, rendang, semur tempe, bakwan, onde-onde dan pisang goreng.

Hingga 2 juli lalu, telah berhasil didapatkan tujuh puluh dua tanggapan dari masyarakat Tanzania, dimana lima puluh dua diantaranya menyatakan lezat. “Para pengunjung terpukau dengan kue lapis singkong yang disajikan, karena baru mengetahui bahwa singkong yang melimpah di Tanzania dapat diolah sedemikian rupa,” ujarnya.

Bahkan sejumlah pengunjung juga sangat meyukai sate ayam yang serupa dengan makanan setempat yaitu mishkaki, namun dengan cita rasa yang berbeda yang mereka sukai.

Sejumlah pengunjung bahkan meminta resep makanan Indonesia tersebut serta menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan pengusaha Indonesia dalam membuka restoran.

Tanzania merupakan mitra kerjasama ekonomi yang sangat potensial. Berbatasan darat dengan delapan negara serta sebagai negara utama dalam East African Community, total potensi pasar yang dapat diakses mencapai 478 juta orang. KBRI Dar es Salaam mengharapkan agar kedepannya semakin banyak pengusaha Indonesia yang datang dan berpartisipasi di DITF.

“Kedepan kami berharap semakin banyak pengusaha Indonesia yang turut berpartisipasi untuk memperkenalkan produknya, terutama produsen mesin pertanian, mengingat DITF merupakan ajang yang penting dalam mempromosikan sebuah produk di Tanzania”, jelas Dubes RI Dar es Salaam Ratlan Pardede. (han)