Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Ada tradisi unik setiap kali memasuki giling tebu di salah satu pabrik gula Tulungagung. Tradisi tersebut dinamakan manten tebu. Tradisi ini, diwujudkan dua sosok boneka berpakaian manten adat Jawa yang dinikahkan sebagai simbol pertemuan antara tebu laki-laki dan tebu perempuan. Tradisi menten tebu ini, diselenggarakan salah satu pabrik gula di Tulungagung setiap kali memasuki musim giling.

Tradisi yang digelar sejak zaman kolonial ini menampilkan sepasang boneka laki dan perempuan berpakaian penganten adat Jawa. Boneka tersebut, sebelum dikawinkan terlelebih dulu dikirab disekitar pabrik gula. Tak heran, jika tradisi unik ini mengundang perhatian banyak warga untuk melihat lebih dekat.

Setelah sederet rangkaian ritual dilalui, boneka pengantin tersebut dimasukkan kedalam mesin penggilangan sebagai simbul perkawinan. Tradisi ini, diyakini tebu milik petani sebagai simbol tebu perempuan. Sedangkan tebu milik pabrik sebagai simbol tebu laki-laki. Tradisi ini, selain bertujuan sebagai wujud syukur pada tuhan atas limpahan panen tebu, juga untuk melestarikan tradisi nenek moyang terdalu.

Dengan digelarnya tradisi ini, diharapkan panen tebu di Tulungagung terus melimpah dan dapat memenuhi kebutuhan gula secara nasional. (khoirul/stv)