Dery Rossianto, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi, Taufik Saleh Kepala Divisi Advisory Ekonomi Keuangan, Harmanta Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi dan Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov Jatim serta Yudi Harymukti Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, Layanan dan Administrasi dalam bincang bareng media (BBM) terkait perkembangan ekonomi jatim di Sheraton Hotel, kamis (31/5).

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – optimisme kondisi ekonomi Indonesia, Perekonomian di Jawa Timur pada Tri Wulan  II 2018 diperkirakan meningkat dibandingkan Tri Wulan I dan tumbuh di kisaran 5,6-6,0 peren (yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan kinerja ekonomi didorong peningkatan konsumsi swasta seiring dengan peningkatan permintaan pada momen Ramadhan, Idul Fitri, dan Pilkada.

Kinerja investasi juga diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan masih berlangsungnya pembangunan infrastruktur. Inflasi Mei 2018 diperkirakan sedikit meningkat dibandingkan bulan lalu karena sesuai historisnya, peningkatan permintaan pada periode Ramadhan dan Lebaran.

“Sesuai pantauan harga terkini SISKAPERBAPO, per (30/5) menunjukkan bahwa perkembangan harga beberapa komoditas strategis masih stabil dan terkendali. Termasuk komoditas telur ayam ras dan ayam ras yang menunjukkan penurunan harga cukup signifikan di pertengahan bulan Ramadhan setelah pada awal Ramadhan mengalami kenaikan yang cukup tinggi, didukung oleh kecukupan pasokan untuk pemenuhan permintaan masyarakat selama periode Ramadhan ini,” terang Harmanta, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Harmanta melanjutkan, tren penurunan harga komoditas beras juga terus berlanjut menyesuaikan dengan HET yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Berdasarkan pantauan terkini, harga beras medium (IR 64), secara rata-rata Jawa Timur sebesar Rp 9.490, 00 atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan HET beras medium sebesar Rp 9.500,00.

“Masyarakat juga tidak perlu panic buying dalam melakukan konsumsi bahan pokok. TPID Jatim memastikan stok aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkas Harmanta.(ton)